Kediri, ArahJatim.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri bergerak cepat mengantisipasi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di awal tahun 2026. Langkah ini diambil dengan melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah titik strategis, salah satunya di kawasan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlah, Bandar Kidul, Kota Kediri.
Langkah preventif ini dilakukan menyusul adanya laporan mengenai dua santri yang harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat diduga terjangkit virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti tersebut.
Respons Cepat Usai Temuan Kasus di Lingkungan Pesantren
Kabid P2P Dinkes Kota Kediri, Hendik Supriyanto, menjelaskan bahwa petugas menyisir setiap sudut lingkungan pondok yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Fokus pengasapan meliputi area asrama, ruang belajar, hingga saluran air yang tergenang.
”Kami melakukan fogging di seluruh lingkungan Pondok Pesantren Al Ishlah sebagai langkah menekan populasi nyamuk secara cepat. Hal ini merupakan respons langsung setelah adanya dua santri yang dirawat karena DBD,” ujar Hendik saat memantau jalannya pengasapan.
Waspada Siklus Musim Hujan: Populasi Nyamuk Meningkat
Pihak Dinkes mengingatkan bahwa kondisi cuaca saat ini sangat mendukung perkembangbiakan nyamuk. Tingginya intensitas hujan di bulan Januari menyebabkan munculnya banyak genangan air alami maupun di tempat penampungan buatan.
”Musim hujan seperti sekarang memicu peningkatan populasi nyamuk dengan sangat cepat. Genangan air menjadi tempat yang ideal bagi nyamuk untuk bertelur,” tambah petugas di lapangan.
Selain melakukan pengasapan, petugas juga memberikan edukasi dan imbauan kepada pengurus serta santri untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan 3M Plus (Menguras, Menutup, dan Mendaur ulang).
Data Kasus DBD di Kota Kediri (Desember 2025 – Januari 2026)
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Dinas Kesehatan Kota Kediri, tren kasus DBD menunjukkan grafik yang perlu diwaspadai. Berikut adalah rincian singkatnya:
- Total Kasus: Tercatat ada 5 kasus aktif dalam periode Desember 2025 hingga Januari 2026.
- Prediksi: Dinkes memprediksi jumlah kasus berpotensi terus bertambah mengingat puncak musim hujan diperkirakan masih berlangsung sepanjang Januari ini.
- Wilayah Prioritas: Kawasan padat penduduk dan lembaga pendidikan/pesantren menjadi fokus utama pengawasan.
Pemerintah Kota Kediri berharap masyarakat lebih proaktif dalam melaporkan jika ada warga yang mengalami gejala demam tinggi mendadak agar segera mendapatkan penanganan medis dan dilakukan tindakan pencegahan wilayah (fogging) secara tepat sasaran.










