Modernisasi Literasi Kediri: Akses Buku Digital Kini Bisa Sambil Nongkrong di Taman Sekartaji

oleh -
oleh

​Kediri, ArahJatim.com – Menikmati sejuknya udara taman sambil membaca ribuan koleksi buku digital kini bukan lagi sekadar impian bagi warga Kota Kediri. Lewat Pojok Baca Taman Sekartaji, Pemerintah Kota Kediri resmi membawa perpustakaan ke ruang publik dengan konsep yang jauh lebih modern dan terbuka.

​Sejak diresmikan pada 22 Januari 2025, tempat ini bertransformasi menjadi pusat kegiatan literasi baru yang memadukan kenyamanan alam dengan kecanggihan teknologi digital.

​Aksesibilitas Jadi Kunci Utama

​Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, Chevy Ning Suyudi, S.T., M.T., mengungkapkan bahwa tujuan utama pendirian Pojok Baca di ruang terbuka adalah untuk mendekatkan akses buku kepada masyarakat agar mereka tidak perlu menempuh jarak jauh ke pusat kota.

pasang iklan_rev3

​”Harapannya pasti untuk meningkatkan minat baca warga Kota Kediri. Kedua, untuk menambah aksesibilitas. Jadi kalau ada Pojok Baca yang dekat dengan lembaga pendidikan atau sekolah, mereka tidak harus jauh-jauh ke perpustakaan daerah, cukup ke Taman Sekartaji,” ujar Chevy.

​Selain lokasi yang strategis, Chevy menekankan bahwa daya tarik utama tempat ini adalah fasilitas yang lengkap dan suasana yang mendukung.

“Ada ruang publik, ruang aktivitas, dan taman yang nyaman untuk baca. Fasilitas penunjang seperti parkir, toilet, dan terutama Wi-Fi juga tersedia. Namun yang paling menarik adalah suasana taman yang teduh,” tambahnya.

​Digitalisasi: Cukup Scan Barcode di Tengah Taman

​Modernisasi yang paling menonjol di Pojok Baca ini adalah integrasi perpustakaan digital melalui aplikasi e-Business. Pengunjung tidak lagi terbatas pada 600 eksemplar buku fisik yang tersedia di rak.

​M. Yogi Suryawan, petugas pelayanan, menjelaskan bahwa pengunjung dapat memperluas cakrawala bacaan mereka hanya dengan ponsel pintar.

“Perpustakaan sekarang tidak hanya fisik. Ada perpustakaan digital yang bisa diakses. Pengunjung tinggal scan barcode yang kami sediakan untuk membaca koleksi digital kami,” jelasnya.

​Fasilitas free Wi-Fi yang disediakan pemerintah kota memastikan proses pengunduhan dan pembacaan buku digital berjalan tanpa hambatan, sebuah fitur yang sangat diminati oleh generasi milenial dan Gen Z.

“Dulu Harus ke Pemkot, Sekarang Lebih Dekat”

​Antusiasme masyarakat terbukti sangat tinggi, dengan rata-rata 50 hingga 100 pengunjung setiap harinya. Mayoritas berasal dari pelajar SMA 1 dan SMA 2 Kediri yang letaknya memang bertetangga dengan taman ini.

​Dzaza Salsabilla Alief Nur, mahasiswi IAIN Kediri semester 4, merasakan betul manfaat modernisasi ini.

“Mudah sekali, kemarin saya tinggal menunjukkan kartu identitas, bisa KTP atau KTM. Dulu kan harus ke perpustakaan yang di sebelah Pemkot itu, sekarang di sini lebih enak dan dekat,” ungkap Dzaza.

​Rencana Perluasan Ruang Baca

​Melihat tren kunjungan yang terus meningkat, Chevy Ning Suyudi memberikan sinyal positif terkait pengembangan fasilitas ini di masa depan.

​”Melihat jumlah pengunjung yang semakin bertambah di Pojok Baca Taman Sekartaji, rencananya kita akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk bisa memperluas ruang bacanya,” tegas Chevy.

​Dengan adanya kolaborasi antara teknologi digital, kenyamanan taman, dan kemudahan akses, Kota Kediri kini memiliki standar baru dalam menyediakan ruang pintar bagi warganya.

Informasi Singkat:

  • Aplikasi Digital: e-Business (Akses via Scan Barcode).
  • Koleksi: 600+ Buku Fisik & Ribuan Buku Digital.
  • Fasilitas Utama: Wi-Fi Gratis, Area Teduh, Ruang Aktivitas Publik.
  • Syarat Pinjam: Identitas diri (KTP/KTM/Kartu Pelajar).

No More Posts Available.

No more pages to load.