Bangkalan, ArahJatim.com – Akibat musim kemarau panjang, sejumlah desa di Kabupaten Bangkalan mulai mengalami kesulitan air bersih. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan merespon dengan memberikan bantuan air bersih.
Dropping air bersih ke sejumlah daerah tersebut, secara langsung dilepas Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron, di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan, Selasa (23/7/2019).
Menurut laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Bangkalan saat ini telah memasuki kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH). Kondisi ini menyebabkan beberapa desa di Kabupaten Bangkalan mulai mengalami kesulitan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari, sebagai dampak musim kemarau.
“Berdasarkan hasil pemetaan yang dilakukan BPBD Kabupaten Bangkalan terdapat 9 kecamatan dan 26 desa yang masuk dalam daerah rawan kering kritis dan 7 desa kering langka. Sehingga perlu dilakukan dropping air bersih untuk memenuhi kebutuhan air bersih,” ungkap Bupati Bangkalan, RA Latif saat memberikan sambutan pada pelepasan dropping air bersih.
Baca juga:
- Air Bersih Sumber Kehidupan, Pandai-Pandailah Memanfaatkannya.
- Akibat Kemarau Panjang, Harga Cabai Merah Dan Rawit Meroket.
- Kemarau Mengancam, Warga Kediri Gelar Tradisi Tiban.
Lebih lanjut Bupati Latif mengatakan, akibat musim kemarau ini, Bangkalan berada dalam Kondisi Tanggap Darurat. Karena itu ia berharap seluruh perangkat daerah dapat meningkatkan komunikasi dan koordinasi dalam upaya penanggulangan dampak kekeringan.
“Kita harus merespon dengan cepat dalam mengatasi dampak kekeringan yang dialami sejumlah daerah. Selain itu, saya juga berharap masyarakat maupun perangkat desa dan kecamatan juga segera memberikan informasi kepada kami jika terjadi masalah kekeringan dan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih,” pungkasnya. (rid)












