Banjir Lahar Gunung Semeru, Dua Truk Pasir dan Pemotor Terjebak

oleh -
Warga melintas di Sungai Besuk Sat di Kecamatan Pronojiwo Lumajang saat terjadi banjir lahar dingin Gunung Semeru. (Senin, 18/03/2019) (Foto: ArahJatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Diguyur hujan lebat, banjir lahar dingin dari Gunung Semeru menerjang sejumlah aliran sungai, akibatnya jalur penghubung antara Kecamatan Pronojiwo dengan Kecamatan Candipuro di Sungai Besuk Sat, lumpuh. Bahkan dua truk dan seorang pemotor sempat terjebak beberapa saat, Senin sore (18/03/2019).

Banjir lahar dingin ini terjadi setelah kawasan Gunung Semeru diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Material vulkanik berupa batu dan pasir yang menumpuk akibat letusan rutin terbawa oleh air hujan ke sejumlah daerah aliran sungai.

Akibatnya, jalan alternatif penghubung antar Kecamatan Pronojiwo dengan Kecamatan Candipuro Lumajang lumpuh total. Bahkan, dua armada pasir dan seorang pemotor sempat terjebak banjir berjam-jam. Salah satu truk nekat melintas dengan pengawalan warga, sedangkan truk lain harus kembali.

Baca juga : Antisipasi Banjir, BSI dan Masyarakat Lakukan Normalisasi Sungai Gonggo

“Ya terpaksa lewat sini mas, kalau nunggu terlalu lama takutnya tambah besar airnya,” ungkap Suhar, salah satu penambang yang membantu penyebrangan armada pasir.

Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah, atau BPBD Lumajang menghimbau kepada warga yang tinggal dibantaran sungai maupun penambang pasir Semeru untuk menjauh dari tiga daerah aliran sungai yang biasanya dialiri lahar dari gunung Semeru, yakni sungai Glidik, sungai Rejali dan sungai Besuk Sat, terutama saat mendung tebal menyelimuti gunung api tertinggi di pulau jawa tersebut.(Rokhmad)