Angkut Rombongan Turis Asing, Minibus Terguling Di Jalur Wisata Kawah Ijen

oleh -
oleh
https://live.staticflickr.com/65535/48330949957_3a7bb185c0_b.jpg
Mobil wisata yang membawa rombongan wisatawan asing mengalami kecelakaan di jalur menuju wisata Kawah Ijen, Jumat (19/7/2019) siang. (Foto: ArahJatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Sebuah mobil wisata jenis minibus Isuzu Elf berplat nomor N 7291 T yang membawa rombongan wisatawan asing mengalami kecelakaan di jalur menuju wisata Kawah Ijen, Jumat (19/7/2019) siang. Dari 10 turis mancanegara yang dibawa, terdapat 2 orang mengalami luka. Sedang sang sopir tak sadarkan diri.

Menurut keterangan Kapolsek Licin AKP Heri Purnomo, kecelakan terjadi diduga sang sopir yang diketahui bernama Agus (40), warga Probolinggo, tidak menguasai medan. Kendaraan tersebut sedang melaju ke arah Desa Tamansari usai menikmati panorama Kawah Ijen. Namun naas, tepat di kawasan Banyu Linu Desa Tamansari, Kecamatan Licin mobil oleng hingga akhirnya terguling.

Baca juga :

pasang iklan_rev3

“Di sekitaran TKP jalurnya menikung dan menurun. Elf itu terguling dan terseret hingga 10 meter,” ucap, AKP Heri Purnomo.

Sementara itu, dua penumpang yang mengalami luka atas nama Michael Maahs (26), asal Belanda dan Bon Fond (59), berkewarganegaraan Belgia, dan sopir Elf yang tidak sadarkan diri langsung dibawa ke Puskesmas Licin untuk menjalani perawatan.

“Mengingat korbannya WNA dan sopir asal Probolinggo yang tak sadarkan diri akhirnya diputuskan untuk dirujuk ke RSUD Blambangan Banyuwangi,” lanjut AKP Heri Purnomo.

Hingga pukul 13.25 WIB, minibus naas jenis Isuzu Elf itu masih berada di tempat kejadian perkara (TKP). Unit Laka Lantas Satlantas Polres Banyuwangi berupaya mengevakuasi dengan mendatangkan mobil derek.

“Kendaraan yang mengalami musibah masih di lokasi. Setelah mobil derek siap tim akan meluncur ke TKP guna proses evakuasi,” tegas, Kanit Laka Polres Banyuwangi Iptu Ardy Bitha Kumala.

Kanit Laka menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara kondisi mobil laik jalan. Penyebab kecelakaan diduga hanya dipicu sang sopir tidak menguasai medan. Sebab selain kondisi jalan sempit juga banyak tikungan tajam dan banyak turunan curam.

“Dibutuhkan kecakapan dan pemahaman medan jalan sebelum naik ke Ijen. Jika tidak akan berbahaya bagi penumpang mobil maupun sopir. Karena dari beberapa kasus laka yang terjadi rata-rata disebabkan oleh faktor itu,” pungkas, Ardy. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.