Status Gunung Ijen Normal, Pendaki Diminta Waspada. Ada Apa?

oleh -
oleh
Pintu masuk utama Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen di kawasam Paltuding. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Meningkatnya status Gunung Bromo di Probolinggo dan Gunung Agung di Bali, tidak mempengaruhi status Gunung Ijen di Banyuwangi, senin (8/4/2019). Meski begitu, pihak Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen mengimbau kepada para pendaki untuk tidak turun ke dasar kawah.

Sebab curah hujan yang cukup tinggi dikhawatirkan bisa meningkatkan volume gas beracun belerang yang ada di dasar kawah akibat minimnya sinar matahari. Selain itu, wisatawan yang akan menikmati fenomena alam blue fire atau api biru yang menyala di dasar kawah juga harus berhati-hati.

Imbauan tersebut dikeluarkan pengelola  Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen sejak sepekan lalu demi menjaga keselamatan para pengunjung baik wisatawan lokal maupun mancanegara yang mendaki.

pasang iklan_rev3

Baca juga:

”Jika tidak ada sinar matahari penguapan di dasar kawah tentunya akan sulit terjadi. Karena tidak ada penguapan kita khawatir intensitas gas belerang yang beracun akan lebih tinggi. Maka dari itu kami dari pihak pengelola mengimbau pengunjung untuk tidak turun ke dasar kawah dulu saat ini,” kata Sigit Wibowo, Kepala TWA Kawah Ijen.

Sementara itu, meski ada sedikit kewaspadaan akibat kondisi cuaca, data dari Badan Vulkanologi menyebutkan bahwa status Gunung Ijen masih berada di level normal. ”Status Gunung Ijen masih normal,” jelas Sigit.

Suasana di Kawah Gunung Ijen, inzet: imbauan kepada para pengunjung. (Foto: arahjatim.com/ful)

Saat ini wisatawan mancanegara yang datang ke Kawah Ijen tergolong masih relatif sepi, didominasi wisatawan lokal yang jumlahnya mencapai ribuan pengunjung. Apalagi pada saat hari libur nasional maupun saat weekend, pengunjung yang datang bisa meningkat hingga 50 persen dari hari biasanya.

”Untuk wisatawan mancanegara bisa dibilang biasa-biasa dan tergolong sepi. Tapi kalau wisatawan domestik membludak, apalagi saat weekend. Kalau biasanya di angka 200-300 orang, saat weekend bisa mencapai di angka 1.000 – 1.500 pengunjung,” pungkas Sigit Wibowo. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.