Sebelum Kembali Ke Surabaya, KRI Bima Suci Singgahi Banyuwangi

by -
https://live.staticflickr.com/65535/49038647457_3b3421798d_b.jpg

Banyuwangi, ArahJatim.com – Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci sandar di Banyuwangi, setelah menyelesaikan misi diplomasi dan budaya ke 9 negara, Sabtu (9/11/2019). Warga Banyuwangi pun menyambut meriah kedatangan salah satu kapal layar latih kebanggaan bangsa Indonesia ini.

Sesaat sebelum merapat, KRI Bima Suci melaksanakan tradisi Parade Roll di perairan Selat Bali. Yaitu atraksi dimana taruna dan taruni AAL memenuhi tiang-tiang kapal layar dan melambaikan tangan kepada masyarakat di sekitar dermaga saat kapal akan bersandar.

Melihat aksi yang dilakukan taruna AAL tersebut, sontak warga yang telah menunggu kedatangan mereka langsung melambaikan tangan ke arah KRI Bima Suci.

Usai melakukan parade roll, menjelang pukul 09.00, KRI yang membawa 103 Taruna AAL yang tergabung dalam satuan tugas Kartika Jala Krida 2019 ini merapat di Pelabuhan Tanjung Wangi Banyuwangi.

Baca juga:

Upacara penyambutan dilakukan meriah. Para awak KRI Bima Suci ini langsung disambut Pangko Armada Il, Laksamana Muda Heru Kusmanto; Gubernur AAL Laksamana Muda Hadi Sucipto; Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar, Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, serta jajaran forpimda Banyuwangi.

KRI Bima Suci yang dikomandoi Letkol Laut (P) Waluyo ini, membawa 211 personel. Di antaranya 103 taruna AAL, 19 instruktur, dan 89 awak kapal. Tercatat, kapal ini sudah singgah di 13 kota di 9 negara.

“Kami telah menyelesaikan perjalanan ke sembilan negara. Terakhir, kami singgah di Darwin (Australia), lalu bertolak ke Banyuwangi,” ungkap Komandan KRI Bima Suci Letkol Laut (P) Waluyo.

Perjalanan yang dimulai sejak 5 Agustus 2019 dari Surabaya itu, mendatangi Filipina, Jepang, Korea Selatan, Tiongkok, Brunei Darussalam, Malaysia, Myanmar, Thailand dan Australia. Misi diplomatik bertajuk Kartika Jala Krida 2019 itu, juga akan kembali lagi ke Surabaya tepat hari keseratus.

Banyuwangi sengaja menjadi salah satu yang disinggahi sebagai bagian dari dukungan atas pembangunan pariwisata di Banyuwangi. “Kami melihat Banyuwangi sedang serius membangun pariwisata kemaritiman. Oleh karena itu, kami sandar di sini untuk memberikan dukungan atas upaya tersebut,” ujar Letkol Laut (P) Waluyo.

“Ini merupakan bagian dari kurikulum para taruna untuk mempraktikkan berbagai ilmu yang telah didapat di kelas. Seperti astronomi dan lainnya,” terang dia.

“Kami mengajak warga untuk bisa melihat lebih dekat KRI ini, termasuk siswa-siswa sekolah. Ini agar pelajar tertarik untuk mengikuti jejak taruna untuk mengabdi pada negeri ini melalui AAL,” imbuh Letkol Laut (P) Waluyo.

Selama di Banyuwangi, para taruna AAL ini juga akan mempertontonkan kehebatannya dalam bermain drumband di sekitar jalan Ahmad Yani.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang menyambut kedatangan KRI Bima Suci secara langsung, mengapresiasi kehadiran kapal yang memiliki panjang 111, 2 meter tersebut.

“Hal ini membanggakan bagi Banyuwangi. Kami berharap para taruna memiliki wawasan tambahan tentang Banyuwangi untuk kemudian bisa disampaikan ke dunia dalam misi-misi yang lain,” terangnya.

Kehadiran kapal yang dibuat galangan kapal Freire, Spanyol itu, imbuh Anas, juga bisa menjadi sarana pembelajaran bagi masyarakat Banyuwangi dan sekitarnya. “Anak-anak bisa datang ke sini untuk belajar tentang perkapalan dan dunia pelayaran,” ajaknya.

KRI Bima Suci sendiri bakal singgah di Banyuwangi selama dua hari. Kapal ini terbuka untuk umum selama berada di pelabuhan. Masyarakat umum bisa mengunjungi kapal yang selesai dibuat pada 2017 itu.

“Ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung bagaimana kehebatan TNI AL sebagai pilar penjaga kedaulatan laut Indonesia dan komponen penting untuk mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sekaligus ini bisa menjadi bagian dari transformasi spirit nasionalisme dan profesionalisme TNI AL bagi anak-anak muda Banyuwangi,” pungkas Anas. (adv.hmsbwi/ful)