Tergiur Uang Berlipat Ganda, Warga Blitar Justru Kehilangan Uang 750 Juta

by -
https://live.staticflickr.com/65535/49033578798_4999909843_b.jpg
Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono memperlihatkan barang bukti yang digunakan pelaku saat memperdaya korbannya. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, Arahjatim.com – Tergiur uangnya berlipat ganda, seorang pengusaha asal Jalan Wilis Kota Blitar berinisial HR justru harus kehilangan uang sebanyak ratusan juta rupiah. Laki-laki paruh baya ini menjadi korban penipuan dengan modus penggandaan uang hingga kehilangan uang Rp 750 juta. Kesal dengan pelaku, korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Satreskrim Polres Blitar Kota.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono membenarkan adanya laporan praktik penggandaan uang.

“Iya tadi korban lapor ke kami. Dia mengaku mengalami kerugian hingga Rp 750 juta. Modusnya penggandaan uang,” ungkap Heri Sugiono.

Heri menambahkan, pelaku adalah seorang pria asal Kalimantan yang akrab dipanggil Abah. Korban kenal dengan Abah sekitar 1,5 bulan lalu melalui temannya. Kepada korban pelaku mengaku bisa menggandakan uang.

Janji manis ini ternyata membuat korban tertarik. Keduanya kemudian sepakat bertemu di sebuah hotel di Kota Blitar untuk menggelar ritual penggandaan uang.

Pelaku lalu meminta korban untuk menyewa dua kamar hotel untuk keperluan ritual. Uang milik HR kemudian diserahkan kepada pelaku. Uang korban kemudian dibungkus kain hitam di kamar pertama. Pelaku kemudian pindah ke kamar kedua untuk kembali melakukan ritual.

Setelah ritual korban diminta pelaku pergi ke kamar kedua. Di kamar kedua ini terdapat bungkusan kain hitam dengan tumpukan yang lebih tinggi. Saat korban berada di kamar kedua inilah pelaku kabur menggondol uang korban. Sementara saat dibuka tumpukan terbungkus kain hitam di kamar kedua hanya onggokan kertas yang dipotong mirip lembaran uang kertas.

“Iming-iming pelaku, uang itu bisa digandakan hingga dua kali lipat. Saat ini kami masih terus melakukan penyelidikan. Setelah korban melaporkan kejadian ini kami langsung melakukan olah TKP. Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan nanti,” pungkas Heri. (mua)