Update Covid-19: Jatim Bertambah 221 Orang Positif

oleh -
Gubernur Khofifah Indar Parawansa ketika mendengarkan paparan gugus tugas Covid-19 di Gedung Grahadi Surabaya, Selasa, 2/6/2020 (Foto: arahjatim/jun)

Surabaya, ArahJatim.com – Angka kasus Covid-19 di Jawa timur terkonfirmasi bertambah 221 orang. Dengan demikian secara akumulatif jumlah kasus di Jatim terkonformasi 5.132 kasus.

Demikian dikatakan Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Jawa Timur Joni Wahyuhadi di gedung Grahadi, Surabaya, Selasa malam.

“Kemudian pasien yang berstatus PDP dari angka 6,687 kini menjadi 6,754 dan pasien yang berstatus ODP dari angka 24.737 kini menjadi 24.923 orang,” papar Joni.

Sedangkan untuk pasien yang meninggal per hari ini, menurut Joni ada 11 orang, diantaranya 1 dari Kabupaten Gresik, 1 Kabupaten Lamongan, 1 Kabupaten Sidoarjo, 1 Kota Batu, dan 7 dari Kota Surabaya. Total yang meninggal hingga hari ini ada 429 orang atau setara 8,36 persen.

Baca JugaSupermarket Tutup Pasca Karyawan Terpapar Covid-19

Di kesempatan yang sama, Gubernur Khofifah Indar Parawansa berharap, kedepan angka kematian di Jatim bisa terus ditekan bahkan sampai nol dan angka kesembuhan bisa semakin bertambah.

Selain itu, pasien yang sembuh dapat turut serta mengkampanyekan dan mengedukasi masyakarat untuk memperhatikan kebersihan lingkungannya dan diri sesuai dengan protokol kesehatan penanganan wabah Covid-19.

Menurutnya, akan lain ceritanya jika para penyintas Covid-19 ini yang mengedukasi masyarakat. Karena referensi dalam proses tersebut berasal dari pengalaman pribadi.

Baca JugaHadapi Pandemi Covid-19, Sopir Truck Jadi Petani Bonsai Kelapa

“Kita harus gotong royong menyelesaikan wabah ini. Tidak bisa hanya pemerintah atau tim tenaga kesehatan saja, tapi semua elemen masyarakat punya kewajiban yang sama,” imbuhnya.

Khofifah menambahkan, Covid-19 ini merupakan penyakit yang menjangkiti seluruh kalangan usia, tidak terkecuali baik dewasa, remaja, lansia, sampai dengan bayi atau balita.

“Tidak ada istilah kebal. Semua punya potensi yang sama untuk tertular. Maka dari itu, tetap waspada dan tidak menyepelekan,” pungkasnya. (jun/sp)