Supermarket Tutup Pasca Karyawan Terpapar Covid-19

oleh -

Bangkalan, ArahJatim.com – Supermarket Tom & Jerry Bangkalan akhirnya ditutup pasca salah satu karyawan terkonfirmasi positif terpapar Corona Virus Desease (Covid-19) dan menjadi pasien ke-34 asal Kabupaten Bangkalan.

Pasien ke-34 berinisial HW (64) yang diketahui merupakan Kepala Kasir di supermarket Tom & Jerry Bangkalan tersebut sebenarnya sudah sejak tanggal 27 Mei 2020 masuk data pasien Covid-19 Kabupaten Bangkalan. Akan tetapi supermarket tetap buka normal seperti biasa.

Baca Juga  : Tekan Penyebaran Virus, Gugus Tugas Covid-19 Jatim Terus Lakukan Tracing

Namun kini supermarket telah ditutup demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Penutupan dilakukan sejak kemarin malam pukul 20.00 WIB, hingga waktu yang belum ditentukan.

Penutupan supermarket Tom & Jerry tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bangkalan, Ainul Gufron. Bahwa supermarket ditutup mulai Senin malam sampai waktu yang tidak ditentukan dan menunggu sterilnya.

“Tim Gugus Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan beserta dinas terkait meminta untuk dilakukan penutupan mandiri demi memutus mata rantai penularannya,” kata Ainul.

Menurutnya penutupan dilakukan setelah diimbau untuk melakukan penutupan sementara secara mandiri sebagai langkah sterilisasi.

Baca Juga : Angka Kasus Covid-19 Cukup Tinggi, Jatim Terima Bantuan Dari Pusat

Sementara itu Humas Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bangkalan, Agus Zain mengatakan bahwa dengan terkonfirmasinya salah satu karyawan supermarket Tom & Jerry Bangkalan, gugus tugas telah melakukan langkah-langkah sesuai standart operasional prosedur.

“Kami memastikan pasien telah melakukan isolasi dan perawatan. Akan tetapi pasien memilih berobat secara mandiri di salah satu rumah sakit di Surabaya,” papar Agus.

Tak hanya itu, Agus kembali menambahkan bahwa pihaknya sudah melakukan penyemprotan di seluruh lingkungan pertokoan dan melaksanakan penelusuran.

“Kami sudah mendata karyawannya, sedikitnya 80 karyawan yang terdata. Serta melakukan rapid tes pada karyawan yang pernah melakukan kontak langsung dengan pasien sebanyak 40 orang dan hasilnya non reaktif,” tambahnya.

Sedangkan pada tanggal 29 Mei 2020 tim gugus melalui dinas terkait mengirim surat peringatan kepada pihak manajemen agar menerapkan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat kepada karyawan maupun pengunjung. (fat)