“Tidak Benar Ada Penelantaran”, Kades Gedangsewu Miswan Berterus Terang

oleh -
oleh

Tulungagung, Arahjatim.com – Adanya kejadian salah seorang warga desa Gedangsewu, kecamatan Boyolangu yang viral di berbagai media, akhirnya kepala desa Gedangsewu Miswan secara terus terang menjelaskan hal itu. Ini dilakukan, karena sementara , telah terjadi Miss komunikasi yang berkembang. Hal itu dilakukan agar terjadi pemahaman, bagaimana cerita yang mengawali itu sebelumnya.

Tumiratin (82), warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung ini mengalami nasib yang kurang beruntung. Pasalnya, perempuan lanjut usia (Lansia) ini hidup sebatang kara alias hidup sendirian.

Dari usia yang tergolong tua itu sebenarnya ,Mbah Miratin, punya dua anak, yang sampai sekarang tidak ada perhatian. Dari hal itu, akhirnya desa mengambil alih peran. Perempuan itu akhirnya di asuh desa, dan ditempatkanya di salah satu fasilitas milik desa, yang kebetulan dekat dengan fasilitas MCK.

pasang iklan_rev3

” Begini, kalau Mbah Miratin itu kami tempatkan di MCK tidak benar. Ruangan itu sebenarnya secara fisik, bisa ditempati. Dulu pernah kami tawarkan untuk kami tempatkan di fasilitas sosial milik negara, tapi mbahnya itu kekeh tidak mau. Itu sudah sekitar setahun lalu, dan Mbah Miratin justru mau dan memilih di lokasi itu saja “. Ungkap kades Miswan, Rabu,30/10/2024.

Ditambahkan kades, dalam perjalanan usia,terutama dalam seminggu terakhir, kesehatannya menurun, dan hanya bisa terbaring. Padahal sebelumnya juga sering jalan jalan dan tanpa keluhan. Jujur, kalau soal makan, kami tidak pernah telat mensuplaynya.

Sementara terkait hal itu camat Boyolangu, Eko Kenis, mengaku sudah mendengar hal itu dan kini tengah melakukan upaya solusi, dan warga tersebut sudah di antarkan ke fasilitas Rumahsakit, karena faktor kesehatan.

” Ya kami sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan pak kades, bagaimana sebenarnya kejadian itu. Tapi kini posisinya sudah dalam perawatan pihak rumah sakit,vdan mendapatkan perawatan atas sakit yang dialami Mbah Tumiratin”, ungkap mantan sekdin Nakertrans, yang kini menjadi camat Boyolangu.

Sementara ketika ditanyakan lebih lanjut terkait kondisi Mbah Tumiratin, yang diletakkan dilantai, pihak desa merasa kawatir, kalau ditempatkan di tempat tidur, takut jatuh.

” Kami juga sudah berikan kasur, selimut dan perlengkapan di tempat itu.Kalau teman teman taunya ditaruh di lantai, alasanya semata mata keamanan. Kami tetap merawatnya. Kami Khan juga punya orang tua, masa kami menyia-nyiakan orang tua, jelas tidak mungkin “, ungkap kades mengakhiri sesi wawancara ,dengan beberapa media yang melakukan klarifikasi. ( don1).

No More Posts Available.

No more pages to load.