Tekan Kasus Covid-19 di Kabupaten Blitar, Inilah Strategi Kapolres Blitar

oleh -
Bertempat di Kecamatan Kanigoro, Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela memaparkan rencananya di hadapan tiga pilar pemerintahan guna menekan jumlah kasus covid-19 di Kabupaten Blitar, Jumat (22/1/2021). (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Guna mengantisipasi penyebaran virus corona dan memaksimalkan penanganannya, Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela menggelar pertemuan dengan tiga pilar di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jumat (22/1/2021).

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, pihaknya sengaja menggelar pertemuan di Kanigoro, karena Kecamatan Kanigoro masuk zona hitam karena menjadi penyumbang terbanyak pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Blitar. Pertemuan ini untuk menyamakan frekwensi dan pandangan antara semua pihak, sehingga penanganan pencegahan penyebaran covid bisa maksimal.

“Memang tugas TNI Polri sebagai petugas keamanan, tetapi karena adanya pandemi ini, TNI-Polri lebih mengedepankan dalam penanganan covid. Setelah pertemuan ini saya meminta Bhabinkamtibmas dan Babinsa dan perangkat desa lebih intens lagi sehingga hasilnya lebih dapat dirasakan,” terang AKBP Leonard M Sinambela.

Pemerintah mengeluarkan kebijakan PPKM selama dua minggu terhitung mulai tanggal 11 – 25 Januari 2021. Sampai dengan hari ini penambahan kasus covid-19 tetap tinggi .

“Semakin banyak warga terpapar yang melaksanakan isolasi mandiri. Salah satu penyebabnya klaster keluarga. Untuk semua petugas tolong disampaikan kepada warga yang konfirm, isolasi di LEC bukan aib jangan isolasi di rumah. Ini sebagai bentuk perlindungan kepada keluarga konsepnya harus dipahami,”  tambah Leonard.

Semakin rendah kesadaran masyarakat untuk menjalankan prokes (protokol kesehatan), maka semakin tinggi risiko terpapar covid yang akibatkan faskes (fasilitas kesehatan) penuh. Sampai terjadi kekebalan (herd imunity) secara alami maupun vaksinasi, masyarakat tetap harus mematuhi prokes melalui 5M (menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas).

“Kita akan bangun kembali peran aktif masyarakat dalam menerapkan prokes dan terus memberikan pemahaman terkait covid-19 melalui Kampung Tangguh, baik di tingkat RT atau RW,” pungkas Leonard. (mua)