Tanah Waris Berujung Seteru

oleh -

Surabaya, ArahJatim.com – Perseteruan tentang pembagian hak waris kembali terjadi. Kali ini menimpa keluarga Tasemi dan Dasi.

Pasalnya kedua saudara ini, tidak mendapatkan pembagian waris peninggalan orang tuanya almarhum Dasemo dengan Ibu Kiyar.

Peninggalan tersebut berupa sebidang tanah yang terletak di Dukuh Karangan rt 01 RW 03 Kelurahan Babadan kecamatan Wiyung. Sesuai dengan letter C no 80 Persil 77 dengan luas 1.470 M2.

Dalam hal ini Umarto selaku kuasa dari Tasemi menjabarkan, bahwasanya almarhum Desemo menikah dengan Kiyar memiki 6 orang anak dari hasil pernikahannya.

Keenam anak tersebut Suparmin (alm), Rochmat (alm), Dasi (alm), Tasemi, Suriati, dan Hj Djumiati.

“Bahkan sejak tahun 2015 pihak keluarga mendatangi kelurahan Babatan untuk meminta surat riwayat tanah, namun sampai sekarang tidak ada tanggapan sama sekali,” tandas Umarto.

Tidak hanya itu, Umarto juga menyesalkan kepada Kelurahan setempat, karena telah menerbitkan surat sepihak tanpa adanya tanda tangan dari ahli waris salah satunya adalah Tasemi.

“Itu lurah seolah olah sepihak, karena dua anaknya tidak pernah tau atas bawah tangan,” imbuh Umarto.

Karena mengetahui tanah tersebut, dikontrakkan menjadi pertokoan tanpa sepengetahuan ahli waris.

Terpisah, Lurah Babatan Novi Tri Harta Ningsih saat dikonfirmasi awak media enggan memberikan keterangan terkait apa yang menjadi persoalan yang tengah di hadapi oleh Ahli waris.

“Saya tidak mau berkomentar, nanti ada Dumas,” tuturnya dengan nada cuek.

Tentu saja hal tersebut malah membuat Suwiryo selaku anak dari Tasemi Geram, kenapa kedatangannya hanya ingin mengetahui surat keterangan peralihan atas nama Kiyar ke Dasi tidak bersedia.

“Ini kan sudah saya minta 2017 lalu, ini kok malah buat permohonan lagi,” tuturnya dengan kesal.

Dalam hal ini Suwiryo ingin mendapatkan kejelasan yang pasti dari pihak terkait. (Kk)