Lumajang, ArahJatim.com – Memasuki usia ke-14 tahun, Sekolah Tinggi Agama Islam Bustanul Ulum (STAIBU), Krai, Lumajang kembali memberikan gelar Sarjana kepada 72 wisudawan dalam Rapat Senat Terbuka Ke-IV di Halaman Pondok Pesantren Bustanul Ulum II, Jl. Doktren No. 26 Desa Krai, Kecamatan Yosowilangun, Lumajang, Selasa (22/03/2022).
Prosesi sidang senat ini diawali dengan opening ceremony dan diakhiri dengan pemindahan tali toga yang dipimpin langsung Ketua Yayasan bagian Pendidikan, Abdul Mughits Naufal kepada seluruh wisudawan/wati.
Dalam sambutannya, pria yang juga dipercaya menjadi Ketua GP Ansor Lumajang itu berpesan agar para sarjana benar-benar mengabdikan diri untk kepentingan umum, sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selama ini diemban.
“Kami dari pihak yayasan maupun civitas akademika telah mengantarkan anda pada pintu awal di kehidupan nyata. Untuk itu teruslah belajar dan mengabdi demi kepentingan bangsa, negara dan agama,” ungkap Ketua Yayayan Bidang Pendidikan Bustanul Ulum, Abdul Mughits Naufal.
Hal senada juga diungkapkan Ketua STAIBU, Dr. Nur Yasin, M.H.I, menurutnya, sidang senat dengan tema “Memperteguh Prinsip Religius dan Nasionalis” itu merupakan pegangan para lulusan, agar kelak ketika dibutuhkan dan atau mengabdi di bidang khusus di masyarakat tidak melupakan prinsip yang selama ini diajarkan oleh kampus.
“Sebagaimana yang disampaikan ketua sidang tadi, jika kita hanya mengantarkan anda ke pintu gerbang kehidupan sesungguhnya. Maka silahkan maju semaju-majunya akan tetapi prinsip Religius dan Nasionalis tetap harus dipegang teguh,” ungkapnya.
Sebagai perguruan tinggi Islam yang berada di bawah naungan pesantren, STAIBU bertekad menjadikan lulusannya tidak hanya cakap dalam ilmu umum dan teknologi tapi juga mahir mengamalkan ilmu-ilmu agamanya, terutama akhlak dan etikanya.
Bahkan, pihaknya bertekad akan terus melakukan terobosan dalam berbagai aspek, terutama dalam menerapkan konsep “Kampus Merdeka “ yang sebenarnya telah dilakukan oleh sistem pendidikan pesantren.
“Sebenarnya konsep itu telah dilakukan di sistem pendidikan pesantren, hanya saja belum ada blueprint yang baku dan mempertegas langkah itu, inilah yang akan menjadi pekerjaan kita ke depannya,” tambahnya.
Salah satu mahasiswa yang mendapat predikat sebagai lulusan terbaik mengaku senang, dan akan berusaha keras menjalankan prinsip-prinsip intelektual religius dalam kehidupannya. Meski, ia juga sadar akan menghadapi dunia yang sesungguhnya.
“Yang jelas senang mas, tapi juga beban bagi saya karena harus terjun langsung di dunia sesungguhnya sebagai masyarakat yang Insya Allah akan sekuat tenaga mengamalkan ilmu dan pengalaman saya selama menjalankan masa pendidikan di kampus,” jelas Akhmat Taufik, wisudawan.
Lebih lanjut, pria yang kini dipercaya menjadi Ketua Cabang PMII Lumajang itu, akan terus melakukan perbaikan dan terus belajar di tengah-tengah masyarakat.
“Konsep belajar sampai liang lahat akan saya lakukan, karena ilmu yang sebenarnya akan saya hadapi dan saya ambil di kehidupan nyata,” imbuhnya.
Dalam rapat senat ini, hadir pula sejumlah petinggi yayasan, tokoh masyarakat dan jajaran pimpinan Koordinator Pendidikan Tinggi Agama Islam Swasta (Kopertais) Wilayah IV, Dr. H. Moh. Syaeful Bahar, S.Ag, M.Si. (rmd)












