Banyuwangi, Arahjatim.com – Kompetisi selancar (surfing) bertaraf internasional digelar di Pantai Pulau Merah, Desa Sumbergung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu (7/7/2019). Kompetisi selancar ini diselenggarakan oleh Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Desa Sumberagung. Dengan mengambil tema “Gandrung Surf Competition 2019” kompetisi diikuti 80 peserta dari dalam maupun luar negeri seperti, Australia, Jepang, Ceko hingga Kanada.
Mereka beradu ketangkasan menaklukkan ganasnya ombak Pantai Pulau merah yang terkenal panjang dan konsisten. Tak hanya diikuti peselancar (surfer) dewasa, kompetisi yang terbagi dalam berbagai kategori juga diikuti peselancar-peselancar cilik dari berbagai daerah seperti, Banyuwangi, Bali, Lombok dan Yogyakarta, serta Pangandaran.
Baca juga:
- Ribuan Wisatawan Serbu Banyuwangi, Terbanyak Ke Pulau Merah dan Hutan “Lord of The Rings”.
- Ngabuburit Sambil Menikmati Indahnya Sunset Di Red Island, Banyuwangi.
- Sepanjang 2019, Banyuwangi Hadirkan 14 Event Olahraga Bagi Pecinta Lari Dan Sepeda.
Meski masih berusia belia, atraksi peselancar cilik mampu menaklukkan hempasan ombak tak kalah seru dibandingkan peselancar profesional. Seakan tak takut tergulung ombak, mereka tampak percaya diri memamerkan kemampuannya menaklukkan seluruh rintangan sembari meliuk-liuk di atas gulungan ombak.
“Di sini ombaknya panjang dan sangat kosisten. Saya bersama teman-teman dari Yogyakarta dan Bali. Ini keempat kalinya saya mengikuti kompetisi di Pulau Merah. Targetnya tentu juara dong,” ujar Oyoaki Iko, peserta asal Pantai Parangtritis Yogyakarta.

Tentu saja, aksi mereka menaklukkan ombak mengundang decak kagum wisatawan yang datang untuk menyaksikan kompetisi selancar di pantai Pulau Merah dalam rangka menikmati libur sekolah bersama anak-anaknya.
“Saya bersama anak-anak datang dari Jember. Katanya di sini ada lomba selancar. Mumpung liburan sekolah anak-anak saya ajak kesini. Tadi anak-anak yang main selancar bagus-bagus. Hebat pokoknya,” kisah Sundari, wisatawan asal Jember.
Sementara itu, tim juri melakukan penilaian meliputi beberapa kriteria, mulai dari keindahan menampilkan atraksi, hingga lamanya durasi atraksi yang ditampilkan di atas ombak. Mereka diberi waktu beberapa menit untuk menunjukkan kepiawaiannya dalam menaklukkan ombak kepada tim juri.

Dalam atraksinya, para peserta terlihat seperti menari di atas air dengan papan selancar yang melaju cukup kencang di atas ombak besar. Peserta yang berhasil menampilkan atraksi terbaik dan mampu menaklukkan ombak tinggi pantai yang dikenal indah saat sunset tersebut akan dinobatkan menjadi juara.
“Even ini sebagai bentuk kebangkitan masyarakat sekitar Pulau Merah untuk menggelar ajang surfing tanpa ada campur tangan EO dari daerah lain. Ini murni even kami yang kami selenggarakan untuk menjawab tantangan Bupati untuk bikin acara sendiri tanpa EO. Alhamdulillah kami bisa,” pungkas Suyitno, Panitia Gandrung Surf Competition 2019. (ful)









