Serunya Balap Perahu Layar Di Selat Bali, Ajang Silaturahmi Antar-Nelayan

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/48079034701_ec580d7e99_b.jpg
Dalam rangka silaturahmi sekaligus memperingati HUT Bhayangkara ke-73, puluhan nelayan dari Jawa, Bali hingga Madura mengikuti lomba balap perahu layar di Pantai Waru Doyong, Kelurahan Bulusan, Banyuwangi, Minggu (17/6/2019). (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Puluhan nelayan dari Jawa, Bali hingga Madura mengikuti lomba balap perahu layar di Pantai Waru Doyong, Kelurahan Bulusan, Banyuwangi, Minggu (17/6/2019) sore. Ajang tahunan tersebut merupakan ajang silaturahmi antar-nelayan yang ada di pesisir pantai sekitar Selat Bali sekaligus memperingati HUT Bhayangkara ke-73.

Masing-masing perahu kayu yang dilengkapi layar berpacu mengikuti angin. Start dari Pantai Waru Doyong hingga pantai Gilimanuk, Bali, kemudian kembali ke garis finish di tempat semula, hanya memakan waktu 20 menit dengan kecepatan mencapai 25 knot lebih. Satu perahu hanya ditunggangi oleh dua orang yang bertindak sebagai joki dan pengatur layar.

Tantangannya, selain kencangnya angin, joki perahu juga harus bisa menaklukkan ganasnya gelombang tinggi di Selat Bali. Sebab jika salah dalam mengatur layar, maka akan berakibat fatal, dan laju perahu menjadi pelan.

Bahkan tak sedikit sejumlah perahu layar nelayan mengalami patah karena terjangan angin, dan gelombang cukup tinggi.

”Alhamdulillah bisa juara satu. Kuncinya harus menguasai teknik dan harus bisa membaca [arah] angin. Anginnya tadi sangat kencang hingga membuat bambu layar saya melengkung hingga hampir patah,” ungkap Harun, joki perahu Janur Kuning 2 asal Kelurahan Bulusan.

Ajang balapan perahu layar yang diikuti sekitar 95 peserta tersebut digelar melalui babak penyisihan, hingga babak final. Di ajang balap perahu tahun ini, perahu layar bernama Janur Kuning 2 milik warga Bulusan menjadi pemenang dengan kecepatan rata-rata mencapai 27 knot dan berhak mendapatkan uang pembinaan dan piala Kasat Pol Air Polres Banyuwangi.

Perahu layar bernama Janur Kuning 2 milik warga Bulusan akhirnya keluar sebagai pemenang dan berhak mendapatkan uang pembinaan dan piala Kasat Pol Air Polres Banyuwangi. (Foto: arahjatim.com/ful)

”Ini ajang tahunan untuk mempererat persaudaraan antarsesasama nelayan Jawa dan Bali. Momennya juga masih Lebaran, ya untuk halalbihalal juga. Tahun ini pesertanya membeludak sampai Madura, kita sampai menolak beberapa peserta karena terlalu banyak pesertanya. Alhamdulillah lancar semuanya, dan tuan rumah menjadi juaranya,” kata Sujarno, Ketua Panitia lomba balap perahu layar.

Sementara, banyaknya peserta dari berbagai daerah yang ikut serta dalam ajang tahunan tersebut tidak dilewatkan oleh Satpolair dan TNI-AL Lanal Banyuwangi untuk memberikan wawasan keselamatan laut, salah satunya dengan mengenakan life jacket saat berlayar.

”Ini sekaligus untuk menyemarakkan HUT Bhayangkara ke-73. Mudah-mudahan para nelayan tetap menjaga kedamaian agar suasana terus kondusif meski kita berbeda-beda daerah. Balap perahu ini juga bisa menjadi hiburan bagi masyarakat lainnya. Jawa – Bali cukup dengan 10 menit saja, itu sangat luar biasa kecepatannya. Padahal hanya menggunakan layar,” kata AKP Subandi, Kasat Pol Air Polres Banyuwangi. (ful)