Ikan raksasa yang diperkirakan memiliki panjang sepuluh meter dengan berat satu ton ini ditemukan pertama kali oleh salah seorang nelayan, saat itu sejumlah nelayan mencium bau tak sedap dari sekitar pantai, saat didatangi sumber lokasi bau, benar saja seekor ikan raksasa ditemukan dalam keadaan mati.
“Katanya baru ditemukan pagi tadi mas, tapi mungkin matinya sudah lama ya karena sudah busuk dan kepalanya gak ada,” ungkap Suhud, salah seorang warga saat ditanya ArahJatim.com.
Uniknya, meski telah mengeluarkan bau busuk, namun puluhan warga dari berbagai daerah di Kecamatan Pasirian ini justru berdatangan, meski hanya untuk melihat dari dekat ikan langka ini.
- Seekor Ikan Paus Terdampar di Pantai Selatan Lumajang
- Cetak Generasi Yang Produktif dengan Mengkonsumsi Ikan
- Dinyatakan Hilang Enam Hari Di Perairan Selat Bali, Nelayan Ditemukan Tewas
“Penasaran aja, gak mungkin kan bisa lihat paus langsung kalau bukan di TV,” tambah Yati, warga Desa Candipuro yang juga datang ke lokasi.
Belum diketahui pasti penyebab kematian ikan paus ini. Ini adalah kematian ikan paus kedua yang terjadi di pesisir pantai selatan Lumajang. Sebelumnya, pada bulan Oktober 2018 lalu, seekor ikan paus yang diperkirakan memiliki panjang 20 Meter dan berat 20 ton juga ditemukan terdampar di Pantai Kajaran, Desa Bago, Kecamatan Pasirian, Lumajang.
Aparat kepolisian setempat mengaku masih akan melakukan penyelidikan, perihal dugaan perburuan liar pada fauna laut yang dilindungi ini.
“Karena ini sudah kali kedua, kita akan coba selidiki dulu mas perihal kemungkinan-kemungkinan itu,” terang Kapolres Lumajang, AKBP Muhammad Arsal Sahban saat dikonfirmasi via sambungan telepon.
Ikan paus biru ini merupakan mamalia laut besar yang hidup di hampir seluruh samudra dunia, tak terkecuali Perairan Laut Hindia – Indonesia. (Rokhmad)












