Persada Bangkalan Tolak Revitalisasi Pasar Tanah Merah

by -
https://live.staticflickr.com/65535/48280210961_af671b6d7b_b.jpg
Sejumlah pedagang yang tergabung dalam paguyuban Persada (perkumpulan sahabat pedagang) Tanah Merah berunjuk rasa menolak revitalisasi Pasar Tanah Merah di Kabupaten Bangkalan, Kamis (11/7/2019). (Foto: ArahJatim.com/fik)

Bangkalan, ArahJatim.com – Sejumlah pedagang pasar yang tergabung dalam Persada (perkumpulan sahabat pedagang) tanah merah hari ini melayangkan protes terhadap Pemerintah Kabupaten Bangkalan terkait rencana pembangunan Pasar Tanah Merah di Kabupaten Bangkalan, Kamis (11/7/2019).

Hal tersebut disampaikan langsung oleh paguyuban Persada di Gedung DPRD Kabupaten Bangkalan. Mereka menyampaikan aspirasi keberatan atas pembangunan pasar di Tanah Merah Bangkalan. Keberatan tersebut dikarenakan tidak sesuai dengan harapan para pedagang yang menginginkan Pasar Tanah Merah tetap menjadi pilar perekonomian bagi para pedagang. Para pedagang khawatir, jika rencana pembangunan tersebut dilaksanakan maka mereka tidak bisa lagi mendapatkan haknya untuk berjualan. Apalagi dengan adanya rencana pembangunan akan berlangsung selama 4 bulan.

Baca Juga :

Koordinator lapangan Arif Rahman Hakim menuturkan bahwa pihaknya berharap pemerintah mematangkan program revitalisasi tersebut agar nantinya tidak merugikan para pedagang.

“Kita mohon kepada komisi B untuk mengawal serius. Tunda di kemudian hari kalau belum matang. Tuntutan kita, jangan sampai pedagang bingung mau dagang di mana,” ungkapnya.

Arif juga menambahkan bawa pihaknya meminta kepada pemerintah agar tidak mengurangi lahan yang saat ini sudah dimiliki oleh para pedagang. Jika terjadi pengurangan maka pedagang akan dirugikan karena dagangan mereka yang tidak sama.

“(Menurut) kabar burung, lahan tidak sesuai dengan yang sekarang. Kalau disamaratakan kita akan bingung, kita akan bayar permeter. Cuman ukuran pedagang sekarang jangan dikurangi, kita gak minta tambah, harus sama,” imbuh Arif

Anggota DPRD komisi B bidang perekonomian dan keuangan, Muhlis Suryani menyatakan akan mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat agar tidak terjadi konflik dalam rencana pembangunan, selain itu latar belakang revitalisasi pasar disebabkan oleh kemacetan yang sering terjadi di lokasi pasar, maka dari itu pemerintah mengupayakan pembangunan untuk mengurangi kemacetan.

“Ini sudah menjadi berita nasional, maka dari itu kemarin gubernur meminta agar Pasar Tanah Merah direvitalisasi, tujuannya untuk mengurai kemacetan di Tanah Merah” tutur Muhlis Suryani.

Rencana pembangunan itu kabarnya akan memakan biaya 20 miliar rupiah yang dianggarkan melalui dana provinsi, serta pembangunan yang akan memakan waktu hingga Desember. (fik)