Tulungagung, ArahJatim.com – Dalam pelaksanaan OPS PATUH , yang sudah berjalan seminggu, secara garis besar, angka sementara pelanggar perharinya sudah bisa diketahui. Secara data, rata rata perhari ada sekitar 500 an pelanggar terjaring petugas.
Kapolres Tulungagung, melalui Kasatlantas Polres Tulungagung AKP M.Bayu Agustyan, membenarkan hal itu, Sabtu , 18 /6/2022. Dijelaskan, angka pelanggar 500 an itu sebenarnya tidak masuk target, karena untuk kota sekelas Tulungagung, targetnya adalah mampu menjaring 1000 pelanggar.
” Kalau melihat angka, kita sebenarnya tidak bisa masuk target,tetapi dari segi kecilnya itu, justru ada indikasi tingkat pelanggaran menjadi menurun. Selama pelaksanaan operasi Patuh Semeru yang dimulai pada 13/06/ kemarin hingga 16/06/2022 sudah ada sekitar 2 (dua) ribuan surat konfirmasi yang dikirim ke alamat pelanggar lalu lintas. Dari penindakan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan, pelanggaran terbanyak di dominasi oleh pelanggar yang tidak memakai helm, dan pelanggar marka lalu lintas atau melanggar traffic light “, ungkap M.Bayu.
Meski mayoritas penindakan pelanggar lalu lintas dilakukan secara elektronik, Bayu menyebut penindakan dengan tilang manual juga tetap dilakukannya yaitu kepada pelanggar yang menggunakan knalpot brong dan indikasi balap liar.
Beberapa perkiraan sedikitnya penindakan pelanggaran, menurut Kasat Lantas, dimungkinkan karena adanya himbauan dari awal , sehingga menjadikan masyarakat untuk tidak melanggar dan penindakan menjadi berkurang atau sedikit. (dni)












