Puluhan Petugas Damkar Gruduk Kantor Satpol PP Kab. Blitar, Ada Apa?

oleh -
Puluhan Petugas Damkar mendatangi Kantor Satpol PP Kabupaten Blitar. Mereka mempertanyakan nasib mereka yang tidak mendapatkan honor sejak bulan Januari 2018. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Gara-gara tidak mendapatkan honor sejak bulan Januari yang lalu, puluhan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Blitar mendatangi kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Blitar, Kamis (19/4/18).

Kedatangan mereka untuk meminta kejelasan kepada Satpol PP Kabupaten Blitar sebagai instansi yang menaungi Damkar, terkait tidak turunnya honor mereka selama empat bulan terhitung sejak Januari hingga April 2018. Tidak diberikannya honor kepada 29 petugas ini, diduga karena rekrutmen dilakukan secara ilegal oleh seorang oknum petugas Damkar berinisial JS.

“Kita mau konfirmasi dan mengklarifikasi kepada Satpol PP, terkait rekrutmen petugas Damkar ilegal. Mereka tidak diberi honor selama empat bulan, padahal saat perekrutan mereka menyerahkan uang sebesar Rp 4 juta hingga Rp 5 juta kepada salah seorang oknum petugas Damkar,” jelas Trianto, LSM yang mendampingi ke 29 petugas Damkar tersebut.

Mereka juga mendesak agar Pemkab Blitar segera memberikan tindakan tegas kepada oknum petugas Damkar tersebut. Serta segera mengeluarkan Surat Keputusan (SK) agar 29 petugas yang direkrut segera ditetapkan sebagai petugas teknis, di Satpol PP.

Sementara Kepala Satpol PP Kabupaten Blitar Suyanto mengatakan, pihaknya memang berencana menambah  personel Damkar. Namun bukan melalui proses rekrutmen, melainkan petugas ini diambil dari relawan PMI yang berjumlah 16 orang. Ke 16 tenaga inipun sudah dikumpulkan untuk segera memenuhi persyaratan pengajuan SK, dan mendapatkan honor.

“Namun di tengah perjalanan tiba-tiba kok ada 13 tenaga lagi, padahal kita tidak pernah merekrut mereka, apalagi kekuatan anggaran kita hanya untuk 16 orang relawan itu. Sedangkan terkait uang yang diminta salah-satu oknum sebagai biaya rekrutmen itu sudah diluar tangung jawab kami,” papar Suyanto.

Karena adanya aduan dari 13 tenaga tersebut, pihak Satpol PP akan mengupayakan untuk mengusulkan pemberian SK sama seperti 16 tenaga lainnya. Mengingat saat ini Satpol PP memang kekurangan  personel.

Suyanto menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap oknum petugas Damkar yang diduga melakukan rekrutmen ilegal itu. Namun hingga saat ini belum ada tanggapan.

“Yang bersangkutan sudah sejak empat hari terakhir tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas,” pungkas Suyanto. (mua)