Cegah Anak “Salah Tonton” Film, LSF Sosialisasikan Gerakan Sensor Mandiri

oleh -
Suasana sosialisasi Gerakan Sensor Mandiri oleh Lembaga Sensor Film (LSF) di Kabupaten Blitar. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Guna memberikan tayangan film yang bersahabat dan berkualiatas, baik sinetron ataupun film layar lebar, Lembaga Sensor Film (LSF) mengadakan Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri yang bekerjasama dengan pemerintah daerah setempat. Dalam forum koordinasi dan kerjasama ini, selain dihadiri oleh Pemerintah Daerah, dinas dan instansi terkait, juga dihadiri oleh pihak sekolah, yang mempunyai mata pelajaran broadcasting.

Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Ahmad Basuni mengatakan, di era perkembangan teknologi seperti sekarang ini, peredaran film melalui media-media streaming sangat banyak. Namun tidak semua film yang diunggah tersebut melalui proses lulus sensor film. Padahal menonton film yang salah dan kontennya tidak tepat akan sangat merugikan khususnya bagi anak-anak kecil.

“Banyak kasus di lapangan, anak-anak yang berbuat kejahatan hanya karena menonton film yang salah dan tidak sesuai dengan klasifikasi usianya. Padahal nilai film yang strategis dan bagus, banyak manfaatnya bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan berbudaya,” papar Ahmad Basuni.

Sebagai karya seni budaya yang dikelola sinematografi, film mempunyai peran bagi ketahanan suatu budaya bernegara.

“Kami mengajak kerja sama ini kami bangun bersama lembaga-lembaga negara dan lembaga kemasyarakatan dan komunitas. Karena sensor mandiri harus dilakukan mulai dari hulu sampai hilir. Dan kami juga berharap kepada orang yang membuat film atau filmmaker harus membuat sensor mandiri,” tambah Basuni.

Sementara Pemerintah Daerah yang diwakili oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Luhur Sejati menyatakan, Pemkab Blitar sangat mendukung langkah LSF yang mempunyai progran keliling daerah untuk melakukan gerakan Sensor Mandiri.

“Kita menyambut positif gerakan LSF ini. Karena sesuai UU No.5 Tahun 2017 tentang pemajuan kebudayaan, Pemerintah akan membangun negara dari sektor seni. Maka masyarakat akan kita siapkan melalui LSF ini, untuk mengetahui secara dini tugas orang tua terhadap anak-anaknya. Karena kita sama-sama mengetahui, bahwa setiap rumah pasti punya gadget dan televisi,” jelas Luhur Sejati, Kadisporbudpar Kabupaten Blitar. (mua)