Produsen Tahu Keluhkan Mahalnya Bahan Baku Kepada Gus Ipul

oleh -
Dalam rangkaian safari politiknya, calon Gubernur Jatim nomor urut 2 Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyempatkan diri mengunjungi UMKM produsen tahu kuning di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren Kota Kediri. (Foto: arahjatim.com/das)

Kediri, ArahJatim.com – Dalam safari politiknya calon Gubernur Jatim nomor urut 2 Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyempatkan diri mengunjungi UMKM produsen tahu kuning di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Pesantren Kota Kediri, Rabu (11/4/18). Dalam kunjungannya, Gus Ipul dicurhati produsen soal mahalnya bahan baku kedelai dan garam.

Purborini, salah satu produsen tahu mengatakan saat ini secara umum produksi tahu tidak ada masalah, namun ada sedikit kendala pada bahan baku pembuatannya. Harga bahan baku terus naik mulai dari kedelai hingga garam.

Hal ini menjadi persoalan tersendiri bagi pendapatan produsen tahu,karena laba bersih dari pengolahan makanan khas Kediri ini berkurang hingga 30 persen.

“Dari kedelainya sudah impor dan harga garam yang terus naik, dan kita tidak ada bahan baku lokal, kualitasnya masih kurang jika dibuat tahu,” kata Purborini.

Menurut Purborini, harga kedelai impor saat ini mencapai Rp 7.500 dari yang sebelumnya hanya Rp 6.500, sedangkan harga garam mencapai Rp 160.000/sak.

“Kita tidak bisa mensiasati, akhirnya keuntungan menurun mencapai 30 persen,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Gus Ipul mengatakan bahwa hal tersebut merupakan tantangan bagi Jawa Timur. Untuk itu mau tidak mau ke depan kita harus berswasembada kedelai yang memiliki kualitas baik dan bisa dijadikan bahan baku tahu dan tempe.

“Ini adalah tantangan kita, kita tahu Jawa Timur padi sudah surplus, jagung juga surplus. Tinggal kedelai karena kebutuhan kedelai cukup tinggi swasembada dan inovasi yang dibutuhkan,” terang Gus Ipul.

Lebih lanjut, Gus Ipul mengatakan keberadaan produsen tahu di Kediri sudah menjadi ikon, dan pastinya harus mendapat dukungan, sebab keberadaan sentra ini adalah suatu yang berharga bagi kemajuan ekonomi di Jawa Timur.

“Harus kita kembangkan, dari inovasi dan memasukkan teknologi, selain itu jika sudah dikembangkan akan mampu menyerap tenaga kerja,” urainya.

Gus Ipul mencoba mempraktekkan cara mengolah tahu. (Foto: arahjatim.com/das)

Dia juga menegaskan jika masih dipercaya untuk memimpin Jatim, dia akan terus mencoba melakukan swasembada kedelai dengan teknologi yang mampu menghasilkan kedelai dengan kualitas yang baik untuk bahan baku pembuatan tahu.

“Sebenarnya kita sudah mencoba di Jember dari mulai bibitnya mungkin tanahnya yang belum cocok, kalau masih dipercaya kedepannya kita akan terus mencoba itu,” tandasnya.

Sementara di sela-sela kunjungannya, Gus Ipul sempat ikut mempraktekkan cara mengolah tahu tersebut. Bahkan Gus Ipul juga sempat mencicipi tahu olahan dari produsen tahu yang ada di Kelurahan Tinalan ini. (das)