Kediri, ArahJatim.com – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) serta gaya hidup digital yang menuntut segala hal serba instan, termasuk tren makanan siap saji yang makin menjamur, Ketua Caretaker DPD AMPI Kota Kediri, Pramudya Ananta Permana, membawa pesan penting bagi generasi milenial dan Gen Z.
Sosok pengusaha muda yang juga mahasiswa Fakultas Hukum UNISKA ini menekankan bahwa identitas bangsa tidak ditemukan dalam kemasan instan, melainkan tersimpan dalam kelezatan kuliner tradisional yang diolah sabar dengan kaya rempah.
Menjaga Warisan di Era Digitalitas
Saat mengunjungi Warung Kikil Kambing Mbah Murtini di Lingkungan Dadapan, Pramudya tampak antusias melihat proses memasak yang masih mempertahankan cara-cara kuno. Baginya, mempertahankan bumbu asli adalah bentuk penghargaan terhadap sejarah.
”Buat para generasi muda, pesan saya: jangan lupakan makanan-makanan legendaris. Terutama yang memiliki bumbu rempah tinggi dan asli dari alam. Itu jauh lebih iconic dengan Indonesia, khususnya Kota Kediri,” tegas Pramudya usai menyatap kikil Kambing, Jum’at (8/5/2026)
Pria yang aktif memimpin Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) di Kota Kediri ini menilai, keberadaan warung tradisional seperti milik Mbah Murtini adalah sebuah fenomena yang istimewa di tengah era digitalitas sekarang.
“Misteri” Tungku dan Kayu Bakar
Pramudya secara khusus menyoroti konsistensi warung yang sudah berdiri selama 43 tahun tersebut dalam menggunakan kayu bakar dan mempertahankan suasana dapur aslinya.
”Mulai dari cara masaknya yang masih menggunakan kayu, hingga suasana dapur yang masih sama seperti awal berdiri. Itu poin yang harus kita ‘misterikan’ atau kita jaga keistimewaannya. Meski sekarang zamannya internet canggih, rasa autentik dari tungku tradisional takkan bisa tergantikan,” tambahnya
Dukungan Tokoh Muda Terhadap Ekonomi Lokal
Kehadiran Pramudya di warung yang dikelola oleh Mbak Is (generasi ketiga Mbah Murtini) ini juga menjadi bentuk dukungan moral bagi pelaku UMKM kuliner di pinggiran Kota Kediri. Ia mengagumi bagaimana resep tahun 1983 tersebut tetap eksis dan mampu menghabiskan puluhan kaki kambing setiap harinya.
Warung Mbah Murtini sendiri memang dikenal sebagai rujukan kuliner kambing yang empuk, tidak bau prengus, dan sangat terjangkau. Menu andalannya, Kikil Kambing seharga Rp35.000 dan Krengsengan Kepala seharga Rp25.000, tetap menjadi primadona.
Profil Singkat Pramudya Ananta Permana:
- Jabatan: Ketua Caretaker DPD AMPI Kota Kediri.
- Pendidikan: Mahasiswa Semester 2 Fakultas Hukum UNISKA Kediri.
- Fokus: Pemberdayaan pemuda, pengusaha muda, dan pelestarian nilai-nilai lokal Indonesia.
Melalui gerakan mencintai kuliner lokal, Pramudya berharap anak muda tidak hanya cakap dalam teknologi, tetapi juga bangga akan kekayaan rempah yang menjadi akar budaya bangsa. (das)








