Jakarta, ArahJatim.com – Harga Bitcoin kembali mencatat lonjakan signifikan dengan menembus level US$81.697 pada perdagangan Rabu malam (6/5/2026) pukul 20.45 WIB. Kenaikan tersebut memperpanjang volatilitas pasar aset digital global yang dipengaruhi berbagai sentimen makroekonomi dan geopolitik.
Trading Desk FLOQ menilai kondisi pasar saat ini membuka peluang besar bagi investor aset kripto, namun di saat yang sama juga meningkatkan risiko, terutama bagi investor pemula yang belum memiliki strategi trading dan pengelolaan risiko yang disiplin.
“Trading bukan sekadar mengejar keuntungan jangka pendek atau mengikuti hype pasar. Investor perlu memahami bahwa volatilitas yang tinggi juga berarti risiko yang tinggi,” ujar Yudhono Rawis.
Industri Kripto Indonesia Dinilai Semakin Matang
FLOQ menilai industri aset kripto Indonesia kini mulai memasuki fase yang lebih matang seiring pertumbuhan jumlah investor dan nilai transaksi yang terus meningkat.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah pengguna aset kripto di Indonesia per Mei 2026 mencapai 21,37 juta akun, naik dibandingkan Oktober 2025 yang tercatat sebanyak 19,08 juta pengguna.
Sementara itu, nilai transaksi aset kripto pada Maret 2026 mencapai Rp22,24 triliun, dengan total transaksi sepanjang 2025 menyentuh Rp482,23 triliun.
OJK Catat 1.464 Aset Kripto Diperdagangkan
Selain pertumbuhan pengguna, OJK juga mencatat terdapat 29 entitas yang telah memperoleh persetujuan dalam ekosistem aset kripto nasional, termasuk bursa, kustodian, hingga pedagang aset kripto fisik.
Hingga Maret 2026, sebanyak 1.464 jenis aset kripto tercatat diperdagangkan di pasar Indonesia.
Menurut FLOQ, perkembangan tersebut menunjukkan industri kripto nasional semakin berkembang, namun edukasi mengenai strategi investasi dan manajemen risiko masih menjadi tantangan utama.
Strategi Buy the Dip Dinilai Perlu Perencanaan
FLOQ menyebut strategi buy the dip mulai banyak digunakan investor saat pasar mengalami koreksi tajam. Strategi tersebut dilakukan dengan membeli aset ketika harga turun dengan harapan terjadi pemulihan harga di masa depan.
Namun, FLOQ mengingatkan bahwa strategi tersebut tetap memerlukan perencanaan entry yang matang dan pengelolaan modal yang disiplin.
“Tanpa strategi entry dan pengelolaan modal yang baik, keputusan membeli saat harga turun justru bisa berubah menjadi keputusan emosional,” kata Yudhono.
Limit Order Jadi Strategi Trading Terukur
Sebagai bagian dari pendekatan manajemen risiko, FLOQ mendorong penggunaan fitur Limit Order yang memungkinkan trader menentukan harga beli dan jual secara lebih terukur.
Berbeda dengan market order yang langsung mengikuti harga pasar, fitur tersebut membantu pengguna mengurangi risiko slippage saat volatilitas tinggi.
FLOQ menjelaskan trader dapat memasang beberapa level entry otomatis ketika harga Bitcoin mengalami koreksi, misalnya pada area penurunan 1 persen, 3 persen, hingga 5 persen dari harga pasar.
Pendekatan ini dinilai membantu investor membangun kebiasaan trading yang lebih disiplin karena keputusan entry dan exit telah direncanakan sebelumnya.
Edukasi Jadi Fokus Utama Industri Kripto
FLOQ menilai pertumbuhan industri aset digital tidak lagi hanya bergantung pada jumlah pengguna baru, tetapi juga pada kualitas literasi investor dalam memahami risiko investasi.
Untuk mendukung edukasi tersebut, FLOQ menghadirkan FLOQ Academy yang menyediakan materi pembelajaran gratis mengenai strategi trading, pengelolaan risiko, hingga pemahaman dasar investasi aset digital.
Selain itu, FLOQ juga menghadirkan layanan Guest Relation dan VIP Service bagi pengguna yang membutuhkan dukungan analisis dan layanan trading yang lebih personal.
Dorong Investasi Kripto yang Lebih Terukur
Melalui kombinasi edukasi, fitur Limit Order, dan program Zero Trading Fee pada periode tertentu, FLOQ ingin mendorong investor membangun kebiasaan trading yang lebih terukur dan berbasis strategi.
Perusahaan juga menegaskan bahwa seluruh keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing pengguna sesuai profil risiko pribadi.
Artikel ini juga tayang di VRITIMES






