Perdayai Puluhan Wanita Cantik, Penyandang Disabilitas Dibekuk Polisi

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Banyuwangi menangkap AT (23) warga Kecamatan Gambiran. Pria penyandang disabilitas tersebut ditangkap di rumahnya lantaran memperdayai sejumlah wanita cantik dan mengancam akan menyebarluaskan video bugil para korbannya di media sosial (medsos).

Kapolresta Banyuwangi Kombespol Arman Asmara Syarifudin menuturkan, modus kejahatan pelaku berawal dari perkenalan dengan sejumlah korban melalui percakapan WhatsApp (WA). Dari perkenalan tersebut para korban diajak melakukan video call. Pelaku menawarkan uang jutaan hingga belasan juta rupiah jika korban bersedia telanjang bulat.

Baca Juga :

Lantaran tergiur iming-iming uang belasan juta rupiah , para korban tidak menolak untuk telanjang saat video call dengan pelaku. Parahnya, pada saat korban telanjang, pelaku merekam menggunakan aplikasi khusus yang sudah disiapkan di perangkat komputer (PC) miliknya.

“Pelaku diamankan di rumahnya setelah korban yang kesepuluh melapor ke kita. Kejahatan pelaku dimulai dengan meminta korban video call sambil telanjang dengan iming-iming uang Rp 4 juta bahkan sampai Rp 15 juta kepada korban. Saat video call berlangsung, pelaku merekam menggunakan aplikasi khusus,” ujar Kapolresta Banyuwangi Kombes Arman Asmara Syarifudin, Selasa (24/3/2020).

Arman menambahkan, bermodalkan rekaman tersebut pelaku memaksa para korban untuk melakukan hubungan badan dengannya. Apabila korban menolak, pelaku mengancam akan menyebarluaskan video bugil dari video call yang dimiliki melalui media sosial.

“Bermodal rekaman video call bugil yang dimiliki pelaku, korban dipaksa untuk melayani dirinya. Kalau korban menolak pelaku mengancam akan menyebarluaskan video bugil tersebut. Ternyata imbalan uang yang dijanjikan pelaku hanya janji palsu untuk memperdayai para korban. Kejadian terakhir pada hari Kamis 12 Maret 2020 lalu. Sekira pukul 17.50 WIB,” tambah Arman.

Sementara itu, dari penangkapan tersebut polisi mengamankan barang bukti percakapan pengancaman, rekaman video call berdurasi 2 menit 13 detik dan durasi 9 menit 10 detik, serta seperangkat komputer (PC). Saat ini polisi juga masih mendalami kasus tersebut apakah masih ada korban lain.

Atas perbuatannya pelaku dijerat  Pasal 29 UU RI Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan atau Pasal 45 ayat (1) (2) sub Pasal 45B UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. (ful)