Sebar Video Adegan Ciuman Dengan Sang Pacar, You Tuber Dibekuk Polisi

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – MR (20) You Tuber warga Banyuwangi harus berurusan dengan polisi lantaran diduga menyebarluaskan video adegan ciuman dengan pacarnya yang masih di bawah umur di media sosial. Selain itu, MR juga tega menyetubuhi korban yang baru dua bulan dipacarinya hingga dua kali.

Baca Juga :

Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Arman Asmra Syarifudin mengatakan, penangkapan tersangka  MR berawal saat Tim Cyber Crime Polresta Banyuwangi yang melakukan patroli di dunia maya menemukan video adegan ciuman MR dengan pacarnya. Atas temuan tersebut polisi langsung melakukan penyelidikan dan memeriksa sejumlah saksi.

“Berawal saat Tim Cyber Crime melakukan patroli melihat ada postingan video adegan ciuman. Kemudian Tim Cyber Crime melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan kita amankan MR bersama pacarnya. Setelah kita periksa, keduanya mengakui dalam video tersebut adalah dirinya,” ucap Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Arman Asmara Syarifudin, Rabu (24/3/2020) siang.

Kapolresta menambahkan, selain menyebarluaskan video adegan ciuman melalui Instagram, MR juga mengaku mencabuli sang pacar sebanyak dua kali. Kejadian tersebut dilakukan dua minggu lalu sebelum video adegan ciuman diunggah MR di IG miliknya.

“Pengakuan MR mengupload video ciuman tersebut agar lebih terkenal. MR berhasil memperdayai korban karena dijanjikan akan dinikahi hingga akhirnya takluk,” tambah Kapolresta.

Dalam kasus tersebut polisi menyita sejumlah barang  bukti dari tangan MR, di antaranya sebuah ponsel Apple warna silver, kaos warna hitam, dan celana pendek warna biru.

“Atas perbuatanya, MR dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 45 Jo Pasal 27 ayat (1) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan, atas Undang-undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, atau Pasal 29 jo Pasal 4 ayat (1) Undang-undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Dan Pasal 81 ayat (1) atau ayat (2) undang-undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang,” pungkas Arman. (ful)