Pengadilan Negeri Malang Mengganjar 20 Tahun Penjara Kepada Sugeng Santoso

oleh -
Terdakwa Sugeng Santoso saat mengikuti persidangan di PN Malang (foto Surya Malang, AS)

Malang, Arahjatim.com – Pengadilan Negeri Malang resmi menjatuhi hukuman kepada pelaku mutilasi terhadap seorang perempuan yang mayatnya ditemukan di Pasar Besar Kota Malang. Pelaku yang bernama Sugeng Santoso harus menerima kenyataan saat hakim mengganjarnya dengan hukuman 20 tahun penjara.

Menanggapi putusan ini, tim kuasa hukum Sugeng akan mengajukan upaya hukum banding dalam waktu secepatnya.

“Terhadap putusan hakim, tim penasihat hukum akan mengajukan upaya hukum banding dalam waktu secepatnya,” tegas ketua tim penasehat hukum Sugeng, Iwan Kuswardi.

Ketua LBH Peradi Malang Raya itu tidak puas dengan putusan hakim yang memberikan vonis selama 20 tahun kepada Sugeng, ia berujar pertimbangan hakim mirip dengan surat tuntutan yang disusun oleh jaksa. Pertimbangan itu tidak memberikan porsi terhadap hasil visum et repertum yang menyebut kematian perempuan tanpa identitas itu tidak dapat diketahui karena pembusukan.

Selain itu, hasil visum juga mengatakan leher korban dipotong pos mortem alias meninggal terlebih dahulu.

“Bagaimana Sugeng dikatakan membunuh dengan cara menggorok ? padahal hasil visum disebutkan post mortem ?,” kata Iwan

Vonis yang dijatuhi kepada Sugeng selama 20 tahun lebih ringan dari apa yang telah dituntut oleh jaksa yang ingin pria asal Jodipan itu dihukum seumur hidup.

Kasus mutilasi yang dilakukan oleh Sugeng sempat menggegerkan warga Malang pada 14 Mei 2019 lalu. Saat kejadian tersebut pedagang di Pasar Besar menemukan potongan tubuh manusia tercecer di bawah anak tangga eks Gedung Matahari Pasar Besar.

Setelah dua hari kejadian tersebut, polisi menangkap Sugeng dan menetapkannya sebagai tersangka kasus pembunuhan mutilasi.

(fik)