Peluh, Senyum, dan Semangat Keluarga: Mbak Wali Senam Bareng 1.146 Kader di HARGANAS dan HAN 2025

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Di bawah langit cerah pagi itu, alunan musik senam memecah keheningan lapangan. Satu per satu, ratusan peserta mulai mengikuti gerakan dengan penuh semangat. Di barisan depan, Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswari yang akrab disapa Mbak Wali ikut mengayunkan tangan dan menggoyangkan tubuh mengikuti irama. Senyumnya lebar, semangatnya menular.

Itulah suasana Jumat pagi (1/8/2025), saat 1.146 kader dari berbagai lembaga masyarakat berkumpul dalam semangat yang sama: memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) dan Hari Anak Nasional (HAN) 2025. Mereka bukan sekadar peserta, tapi juga motor penggerak di lapangan dari PKK, IMP Bangga Kencana, Tim Pendamping Keluarga, hingga Forum Anak.

Senam yang dilakukan pun tak biasa. Ada Senam Bangga Kencana dan Senam Sapa khas Kementerian PPA. “Ini bukan hanya soal gerakan, tapi soal kebersamaan dan pesan bahwa hidup sehat bisa dimulai dari rumah. Dari keluarga,” ucap Mbak Wali di sela kegiatan.

pasang iklan_rev3

Dalam balutan pakaian olahraga dan semangat kolektif, kegiatan ini jadi lebih dari sekadar seremoni. Ini adalah ruang perjumpaan, ruang apresiasi, dan ruang untuk memperkuat peran keluarga sebagai fondasi bangsa.

Keluarga, Akar dari Bangsa

“Keluarga adalah pilar bangsa. Jika keluarga sehat, kuat, dan cerdas, maka bangsa pun akan ikut sehat dan maju,” ujar Mbak Wali dengan nada penuh keyakinan.

Pernyataan itu terasa nyata di lapangan. Kegiatan ini tak hanya menandai peringatan simbolik, tetapi juga bentuk penghormatan pada mereka yang bekerja senyap: para kader Posyandu, para pencari aseptor KB, para pendamping keluarga yang mengetuk pintu demi pintu demi kesejahteraan warga.

Arief Cholisuddin, Kepala DP3AP2KB Kota Kediri, mengungkapkan bahwa para kader ini adalah ujung tombak di lapangan. Mereka hadir dalam layanan nyata, dari KB hingga konseling remaja. “Pertemuan ini bukan cuma seremonial. Ini ruang penyemangat. Harapannya, Mbak Wali bisa memberikan suntikan energi agar mereka terus semangat dalam pengabdian,” kata Arief.

Apresiasi untuk Para Pejuang Senyap

Di akhir acara, suasana berubah haru. Satu per satu, nama-nama disebut untuk menerima penghargaan. Mereka yang selama ini mungkin tak dikenal publik, kini berdiri di panggung kehormatan.

Ada Alip Yuniani dari Ngronggo yang jadi kader pencari aseptor IUD terbanyak, Yuniati dari Blabak untuk KB implan, dan Atin Agustiyani dari Lirboyo untuk KB MOW. Ada juga Tim Pendamping Keluarga dari Ngadirejo yang dinobatkan sebagai tim terbaik.

Tak hanya itu, sekolah dan remaja juga diberi panggung. Juara lomba video Stop Bullying diraih SMK PGRI 1 Kota Kediri. PIK-R terbaik tingkat SMP jatuh kepada SMPN 1, dan tingkat SMA diraih SMAN 7 Kota Kediri. Semua menerima piala dengan bangga, diiringi tepuk tangan dan sorak gembira dari rekan-rekan mereka.

Yel-yel, Tawa, dan Harapan

Tak lengkap sebuah peringatan tanpa tawa dan semangat. Yel-yel pun menggema dari berbagai kelompok peserta. Lucu, kreatif, penuh semangat mewakili semangat juang yang terus menyala. Anak-anak dan ibu-ibu bersatu dalam keceriaan. Di balik sorak-sorai itu, ada harapan besar: bahwa keluarga, anak-anak, dan perempuan bisa terus diberdayakan dan dilindungi.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Wali Kota Qowimuddin, Ketua TP PKK Faiqoh Azizah Muhammad Qowimuddin, Asisten Pemerintahan dan Kesra Mandung Sulaksono, serta jajaran pejabat lain, dari camat, kepala OPD, hingga direktur BUMD.

Dari Senam Menuju Semangat Baru

Tak hanya peluh yang tertinggal di lapangan pagi itu, tapi juga semangat dan harapan baru. HARGANAS dan HAN 2025 bukan sekadar peringatan tahunan, tapi momentum untuk terus mengingatkan: bahwa keluarga bukan hanya tempat kembali, tapi tempat membangun masa depan bangsa.

Dan pagi itu, dengan gerakan sederhana, ribuan orang menyatukan tekad untuk terus bergerak, bersama, demi Kediri yang lebih sehat dan berdaya.

No More Posts Available.

No more pages to load.