Temuan Bakteri E. Coli di SPPG Tempurejo, Walikota Kediri Vinanda Prameswati Ambil Tindakan Tegas

oleh -
oleh

Kediri, ArahJatim.com – Menanggapi kasus keracunan massal yang menimpa puluhan siswa, Walikota Kediri, Vinanda Prameswati, bergerak cepat melakukan investigasi mendalam. Berdasarkan hasil uji laboratorium terbaru, ditemukan kandungan bakteri Escherichia coli (E. coli) pada produk pangan di SPPG Tempurejo.

​Dalam keterangannya di Balai Kota Kediri, Jumat (24/4/2026), Walikota Vinanda menegaskan bahwa pemerintah kota melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) telah melakukan langkah-langkah darurat sejak laporan pertama diterima.

​Hasil Uji Lab: Positif Bakteri E. Coli dan Masalah Higienitas

​Tim Dinkes Kota Kediri telah turun langsung ke lapangan untuk melakukan dua langkah utama: uji laboratorium sampel makanan dan investigasi standar kehigienisan produksi.

pasang iklan_rev3

​”Dari hasil uji lab, ditemukan adanya bakteri E. coli. Selain itu, berdasarkan survei kehigienisan, ditemukan fakta bahwa SPPG Tempurejo belum melakukan uji organoleptik secara rutin,” ujar Vinanda.

​Ketidakpatuhan terhadap standar keamanan pangan ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Temuan tersebut segera dikoordinasikan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk tindakan hukum dan administratif lebih lanjut.

​Operasional SPPG Tempurejo Resmi Disuspensi

​Sebagai langkah perlindungan konsumen dan pencegahan kasus serupa, Pemerintah Kota Kediri mengambil keputusan tegas untuk menghentikan sementara operasional produsen tersebut.

​”Sementara ini, SPPG Tempur Rejo akan disuspensi. Kami telah berkoordinasi dengan pihak BPOM dan saat ini kami sedang menunggu keputusan lebih lanjut terkait sanksi atau prosedur berikutnya,” tegas Walikota.

​Kondisi Terkini 73 Siswa Terdampak

​Mengenai kondisi para korban, Walikota Vinanda membawa kabar baik. Dari total 73 anak yang terdampak keracunan, mayoritas sudah menunjukkan pemulihan yang signifikan.

  • Status Sekolah: Sebagian besar siswa sudah kembali beraktivitas di sekolah.
  • Siswa Belum Sembuh: Tersisa sekitar 5 anak yang masih menjalani masa pemulihan di rumah karena gejala sisa seperti mual dan muntah.
  • Rawat Inap: Dipastikan tidak ada siswa yang perlu menjalani rawat inap di rumah sakit. Semuanya dalam pantauan medis di rumah masing-masing.

​”Alhamdulillah, kondisi anak-anak mulai stabil. Dinkes terus melakukan pendampingan dan cek kesehatan secara berkala. Bagi yang belum masuk sekolah, terus kami pantau perkembangannya hingga benar-benar pulih,” tambahnya.

​Komitmen Keamanan Pangan Kota Kediri

​Kasus ini menjadi momentum bagi Pemkot Kediri untuk memperketat pengawasan terhadap seluruh unit penyedia pangan di wilayahnya. Walikota mengimbau para pelaku usaha kuliner dan penyedia sarana pangan sekolah untuk selalu mengedepankan aspek sanitasi dan prosedur kesehatan demi keselamatan warga, terutama anak-anak sekolah. (das)

No More Posts Available.

No more pages to load.