Pelabuhan Ketapang Hanya Layani Penyeberangan Kendaraan Logistik, Tarif Juga Naik

oleh -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Menindaklanjuti Surat Edaran (SE) Bupati Banyuwangi, yang meminta Otoritas Pelabuhan Ketapang agar tidak lagi menjual tiket untuk pemudik, pihak ASDP Ketapang akhirnya resmi menutup layanan penyeberangan bagi pemudik sejak pukul 00.00, Jumat (1/5/2020) dini hari.

Terhitung sejak tanggal 1 Mei 2020 hari ini, kapal yang beroperasi di Pelabuhan Ketapang- Gilimanuk hanya khusus melayani jasa penyeberangan bagi kendaraan pengangkut logistik dan kendaraan serta tenaga medis. Seluruh penumpang pejalan kaki, pengendara sepeda motor, mobil pribadi, dan bus yang hendak menuju Bali maupun sebaliknya untuk sementara dilarang menyeberang menggunakan jasa layanan kapal.

Langkah ini diambil karena meski sudah ada larangan mudik dari pemerintah, lonjakan pemudik dari Bali menuju Jawa maupun sebaliknya terpantau masih sangat tinggi.

Data yang diperoleh dari ASDP Ketapang, kendaraan roda dua atau pemudik yang menyeberang dari Bali menuju Jawa jumlahnya masih mencapai 500 kendaraan per harinya. Pembatasan kendaraan, maupun penumpang kapal ini dilakukan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang hingga kini masih belum juga tertangani.

Akibat larangan tersebut, pengguna mobil pribadi maupun bus banyak yang terlantar di luar pelabuhan. Mereka yang sudah terlanjur tiba di Pelabuhan Ketapang tidak bisa menyeberang ke Pulau Bali. Sebab akses satu-satunya menuju Pulau Bali maupun sebaliknya hanya dari Pelabuhan Ketapang.

“Saya asli Bali habis dari rumah teman di Jember, ini waktu mau pulang ternyata dilarang menyeberang. Enggak tahu harus bagaimana ini, tiket juga tidak bisa dibeli karena sudah diblokir,” kata Gusti, penumpang kapal yang terlantar asal Karangasem, Bali.

Sementara itu, selain adanya pembatasan penumpang kapal, menindaklanjuti Keputusan Menteri Perhubungan tentang tarif angkutan penyeberangan antarprovinsi, sejak tanggal 1 Mei 2020 ini pihak ASDP juga menaikkan tarif penyeberangan hingga mencapai 14 persen.

“Kenaikan tarif ini berlaku pada penumpang maupun seluruh golongan kendaraan yang menggunakan jasa layanan penyeberangan di jalur lintasan kapal di Selat Bali. Per tanggal 1 Mei ini sesuai arahan Surat Edaran Bupati Banyuwangi kita juga menerapkan larangan bagi pemudik, seluruh penumpang, roda dua, mobil pribadi, travel maupun bus sudah tidak boleh lagi menyeberang ke Bali maupun sebaliknya. Yang diperbolehkan hanya kendaraan pengangkut logistik maupun medis,” kata Fahmi Alweni, GM ASDP Ketapang. (ful)