Antisipasi Gangguan di Tengah Pandemi Covid-19, Polresta Banyuwangi Gelar Patroli Malam

oleh -

Banyuwangi, Arahjatim.com – Mulai tadi malam, Polresta Banyuwangi melakukan patroli malam dalam rangka mengantisipasi ganguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang akhir-akhir ini marak terjadi di sejumlah tempat. Patroli dipimpin langsung oleh Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin.

Selain itu, secara serentak personel Polri di 25 jajaran Polsek se-Banyuwangi juga diterjunkan melakukan patroli dan imbauan kepada masyarakat untuk menjaga lingkungan agar tetap damai dan aman dari aksi pencurian maupun hal lain yang menyangkut Kamtibmas.

Dalam imbauan tersebut, masyarakat diminta tidak melakukan tindakan anarkis dan main hakim sendiri saat mengamankan seseorang yang diduga sebagai pelaku tindak kriminalitas. Jangan sampai ada korban yang dianiaya, karena mereka belum tentu pelaku kejahatan.

“Kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak gampang menerima berita hoax terkait dengan adanya penangkapan seseorang yang akan melakukan tindakan kejahatan. Kami minta masyarakat bijak. Jika memang benar ada yang melakukan tindakan krimimal, tangkap dan serahkan sama kami,” ujar Kapolresta di depan masyarakat Kelurahan Kampung Mandar dan Kepatihan, Kamis (30/4/2020) malam.

Arman menambahkan, sebelumnya pihak Polresta Banyuwangi juga telah mengamankan pelaku penyebar hoax yang melemparkan isu tentang aksi kriminalitas yang seolah-olah akan dilakukan sejumlah pelaku kejahatan di beberapa tempat hingga membuat resah masyarakat.

“Tanggal 27 April kemarin kita mengamankan orang yang menyebar hoax bahwa ada 10 orang yang akan melakukan aksi kriminalitas di Banyuwangi. Kita amankan dan dia meminta maaf. Tetap kita proses. Imbasnya adalah masyarakat saat ini resah dengan isu hoax ini,” tambah Kapolrlesta.

Kegiatan patroli malam untuk mengantisipasi ganguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tersebut juga diisi dengan mendatangi posko Satgas Covid-19 di tingkat desa/kelurahan sebagai garda terdepan yang mendata dan mengidentifikasi para pendatang dari luar kota.

Satgas Desa terdiri dari pihak desa/kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, puskesmas dan relawan yang bertugas mendata setiap pendatang atau pemudik yang masuk ke desa/kelurahan dengan penanganan sesuai SOP Covid-19.

“Mereka garda terdepan. Kami harap masyarakat melaporkan jika ada pendatang atau orang yang dinilai misterius yang masuk desa atau kelurahan,” pungkasnya. (ful)