Banyuwangi, ArahJatim.com – PT ASDP Indonesia Ferry selaku pengelola Pelabuhan Ketapang – Gilimanuk terus mengantisipasi lonjakan pemudik dari Bali menuju Jawa. Karena angka pemudik orang maupun kendaraan yang terangkut sampai H-4 Idul Fitri 1440 H baru sekitar 40 persen.
Sebab masih ada sekitar 60 persen pemudik yang belum menggunakan jasa penyeberangan Ketapang – Gilimanuk. Menurut Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT ASDP Indonesia Ferry, Christine Hutabarat, sisa 60 persen tersebut diperkirakan akan terdistribusi pada H-4 sampai H-2 Lebaran.
“Untuk kendaraan roda dua ada sekitar 25 ribu lagi. Karena yang belum terangkut masih sekitar 50 ribu unit. Mungkin hari ini atau besok. Sedangkan roda empat yang belum terdistribusi masih 25 ribu unit lagi,” beber Christine kepada sejumlah media, Minggu (2/6/2019) siang.
Mengantisipasi kepadatan kendaraan pada arus mudik dan balik lebaran 2019 tahun ini, PT ASDP Indonesia Ferry Ketapang – Gilimanuk mendatangkan satu tambahan kapal lagi untuk membantu mengurai antrean. Kapal yang bakal melayani trip Ketapang – Gilimanuk tersebut adalah KMP Derajat Paciran.
Baca Juga :
- Bupati Azwar Anas Undang Perantau Hadiri Diaspora Banyuwangi Untuk Nostalgia Kampung Halaman
- Pemudik Dari Pulau Bali Mulai Padati Pelabuhan Ketapang-Banyuwangi
- Dihantam Gelombang Tinggi, Truk Dalam Kapal Terguling Timpa Avanza Dan Mobil Pikap
“Derajat Paciran diprediksi akan tiba di Ketapang pada Minggu malam untuk membantu mengurangi kepadatan,” tambah Crhistine.
Sementara itu, dalam melayani pemudik, PT ASDP Indonesia Ferry selalu berkoordinasi dengan TNI, Polri, Syahbandar, BMKG, serta unsur lain. Bahkan PT ASDP Indonesia Ferry telah menambah beberapa fasilitas penunjang lainnya demi kenyamanan para penumpang.
“Tidak hanya menyeberangkan, tapi bagaimana caranya agar penumpang tersenyum. Kira-kira itu misi utama kita,” pungkas Christine. (ful)










