Dihantam Gelombang Tinggi, Truk Dalam Kapal Terguling Timpa Avanza Dan Mobil Pikap

oleh -
https://live.staticflickr.com/65535/47853318871_c2905da383_b.jpg
Akibat hantaman ombak, kendaraan truk bermuatan beras dalam kapal terguncang dan terguling menimpa mobil Avanza dan pikap. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, Arahjatim.com – Cuaca buruk yang melanda kawasan perairan Selat Bali, Banyuwangi memakan korban. Satu unit truk pengangkut beras yang berada di dalam KMP Gerbang Samudra II terguling menimpa dua unit kendaraan lain saat berlayar di Selat Bali, Rabu (15/5/2019) dini hari.

Dari informasi yang diperoleh Arahjatim.com, musibah terjadi sekitar pukul 23.00. Saat itu, KMP Gerbang Samudra II sedang berlayar meninggalkan Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang tiba-tiba dihantam gelombang tinggi saat berada di tengah laut.

Akibat hantaman ombak, kendaraan truk bermuatan beras nopol P 9737 UB yang ada di dalam kapal terguncang dan terguling ke arah kanan menimpa mobil Avanza nopol AB 1342 OM dan pikap nopol P 8784 SR. Beruntung, tidak sampai menelan korban jiwa, sebab, seluruh penumpang berada di anjungan kapal, hanya saja dua kendaraan yang tertimpa ringsek.

Baca juga:

”Tidak ada korban jiwa. Kerusakan yang terparah terjadi pada mobil Avanza penyok tertimpa truk yang terguling. Musibah ini disebabkan gelombang laut di Selat Bali sedang tinggi sejak beberapa hari terakhir. Diperkirakan gelombang tinggi akan terus berlangsung sampai bulan Agustus,” kata Koko Hariyanto, Staf Operasional Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Jawa Timur Satpel Ketapang.

Pagi ini posisi KMP Gerbang Samudra II memilih lego jangkar di perairan dekat pangkalan TNI AL Banyuwangi agar tidak mengganggu jadwal pendaratan kapal lain di dermaga ASDP Ketapang. Rencananya kendaraan di dalam kapal akan dievakusi ke daratan hari ini.

”Kendaraan yang ringsek akan dievakuasi menunggu jadwal sandar kapal di dermaga ASDP sepi. Ini dilakukan agar tidak menganggu aktivitas bongkar muat kapal lainnya,” tegas Koko.

Sebelumnya, BMKG Banyuwangi memberikan peringatan dini adanya cuaca buruk di Selat Bali. Gelombang tinggi berpotensi terjadi hingga beberapa waktu ke depan karena adanya peralihan musim penghujan ke musim kemarau. Biasanya gelombang tinggi di Selat Bali terjadi malam hari dengan ketinggian mencapai 3 meter.

”Musim pancaroba Selat Bali harus diwaspadai apalagi kalau ada awan cumulonimbus. Awan bisa memicu adanya angin kencang disertai gelombang tinggi. Peringatan dini juga kami keluarkan untuk wilayah laut selatan saat musim pancaroba ini,” kata Prakirawan BMKG, Mardani Reksa Gumintar.

Sebelumnya gelombang tinggi di perairan Selat Bali juga menyebabkan dermaga ponton di pelabuhan ASDP Ketapang ambrol. Beruntung ambrolnya dermaga tidak sampai menelan korban jiwa. Dermaga sempat ditutup selama dua hari lamanya karena pihak ASDP Ketapang melakukan perbaikan.

”Alhamdulillah dermaga ponton sudah selesai diperbaiki dan tepat pukul 16.20 Selasa (14/5/2019) dermaga sudah kami operasikan kembali,” pungkas Heru Wahyono, Manajer Operasional ASDP Ketapang. (ful)