Nyaris Bentrok, Ternyata Ini Alasan Warga Tolak Pelebaran Jalan

oleh -
Pelebaran jalan di Lumajang diwarnai kericuhan, bahkan, warga nyaris bentrok dengan aparat keamanan di Desa Wates Wetan, Kec. Ranuyoso, Senin (29/10/2018). (Foto: ArahJatim.com/rokhmad)

Lumajang, ArahJatim.com – Kericuhan warnai usaha pelebaran jalan di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang, Senin (29/10/18). Puluhan warga nyaris bentrok dengan aparat keamanan. Kericuhan dipicu aksi penolakan warga atas rencana pelebaran jalan di desa tersebut. Warga menolak pelebaran jalan karena pekerjaan yang dilakukan pelaksana tidak sesuai kesepakatan.

Puluhan aparat gabungan dari TNI, Polri dan Satpol PP mendatangi lokasi pelebaran jalan di Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Lumajang. Saat itu juga warga datang dan menghalau petugas yang akan melakukan pelebaran jalan.

Baca juga:

Petugas sempat memaksa memotong pohon, namun warga menolak dan bersikukuh mempertahankan lahan dengan duduk di sebelah pohon. Warga beralasan, pelebaran jalan tidak sesuai kesepakatan. Rencana awal, pelebaran jalan disepakati 4,5 meter untuk jalan, namun dalam prakteknya menjadi 6,5 meter.

“Karena ada selisih ini makanya mengenai lahan warga, kompensasi dari awal tidak ada, cuma ketika ada gejolak ada kompensasi dan jumlah uangnya sangat kecil sekali melalui orang lain”, kata Mahfud, salah satu warga.

Warga juga menilai rencana pelebaran jalan oleh pemerintah ini dilakukan tanpa upaya sosialisasi. Menurut data, ada 88 bidang lahan milik warga yang terkena imbas rencana pelebaran jalan ini.

Tidak ada penjelasan dari petugas terkait penolakan warga ini. Karena suasana makin tidak kondusif, akhirnya petugas menghentikan sementara pekerjaan pelebaran jalan tersebut. (rokhmad)