Mengaku Terbelit Ekonomi, Janda Dua Anak Nekat Rampok Rumah Tetangga

by -
https://live.staticflickr.com/65535/49034488732_3899f24458_b.jpg
Berdalih terbelit masalah ekonomi, Hartatik (50), janda dua anak ini nekat melakukan aksi perampokan di rumah tetangganya sendiri. (Foto: arahjatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Hartatik (50), ibu rumah tangga, warga Dusun Pancoran, Desa Karangbendo, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi ini tergolong sadis. Berdalih terbelit masalah ekonomi, janda dua anak tersebut nekat melakukan aksi perampokan di rumah Tohaya, yang tak lain tetangganya sendiri, Kamis (7/11/2019) kemarin.

Aksi perampokan terjadi pada siang hari. Korban yang saat itu sedang menonton televisi sendirian di rumahnya dicekik oleh pelaku setelah sebelumnya berhasil menarik paksa kalung milik korban. Sadar menjadi korban perampokan, korban berontak dan berteriak meminta tolong.

Mendengar ada kegaduhan di dalam rumah Tohaya, warga sekitar berusaha masuk ke dalam rumah korban. Melihat banyak warga berdatangan, pelaku yang saat itu menggunakan penutup wajah memilih bersembunyi di dalam kamar korban dengan posisi pintu kamar dikunci dari dalam.

Selanjutnya oleh warga kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsek Rogojampi. Tiba di lokasi kejadian, polisi dengan didampingi anggota Koramil, Rogojampi berusaha membujuk pelaku agar keluar dari kamar.

Baca juga:

Namun tak digubris oleh pelaku hingga akhirnya petugas memilih mendobrak pintu kamar. Setelah pintu berhasil dibuka dan penutup wajah yang dikenakan pelaku juga dibuka oleh petugas, sejumlah warga dan korban, kaget bukan main, ternyata pelaku perampokan adalah, Hartatik. Untuk menghindari amukan masa, pelaku langsung dibawa ke Polsek Rogojampi dengan pengawalan ketat petugas.

“Dari tangan pelaku, kami berhasil mengamankan barang bukti kalung emas yang sudah terputus senilai Rp 2,8 juta beserta beberapa pakaian dan penutup wajah milik pelaku. Pelaku mengaku nekat melakukan aksi kejahatan karena masalah ekonomi,” ungkap Kompol Agung Setyo Budi, Kapolsek Rogojampi kepada sejumlah wartawan, Jumat (8/11/2019).

Dari hasil penyelidikan, ternyata pelaku sebelumnya sempat datang ke rumah korban untuk meminjam sepeda motor. Rupanya kedatangannya tersebut sekaligus untuk melihat situasi dan kondisi rumah korban. Sekitar satu jam kemudian, pelaku kembali datang bukan untuk meminjam sepeda motor, melainkan melakukan aksi perampokan.

“Pelaku kami jerat dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian disertai pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara,” pungkas Kompol Agung Setyobudi. (ful)