Melihat Penyu Bertelur Di Pantai Boom Banyuwangi, Inilah Keunikannya

oleh -
oleh
Masyarakat melihat langsung peristiwa langka penyu bertelur di pantai Boom Banyuwangi, Minggu malam (7/4/2019). (Foto: ArahJatim.com/ful)

Banyuwangi, ArahJatim.com – Seekor penyu jenis lekang mendarat dan bertelur di kawasan pesisir pantai Boom, Banyuwangi, Minggu (7/4/2019) malam. Moment langka tersebut menjadi tontonan gratis bagi pengunjung pantai Boom yang sedang menikmati suasana malam di pinggir pantai. Padahal jika di daerah lain penyu tidak mau bertelur ketika dilihat langsung oleh manusia apalagi disorot menggunakan lampu.

Baca Juga :

Sebanyak 128 telur dikeluarkan dari dalam tubuh hewan dilindungi yang diperkirakan berusia 35 tahun, memiliki panjang 171 cm dan lebar 65 cm. Untuk menghindari gangguan predator maupun oleh orang yang tidak bertanggung jawab, proses bertelurnya hewan langka itu dijaga oleh relawan dari Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dan masyarakat sebagai mitra Polhut BKSDA Seksi 5 Jawa Timur.

pasang iklan_rev3

“Pada saat proses bertelur dijaga ketat mas, supaya terhindar dari gangguan predator juga orang yang tidak bertanggung jawab. Yang jaga para relawan kami dan masyarakat yang sudah jadi mitranya Polhut BKSDA,” ujar Ketua BSTF, Wiyatno Haditanodjo.

Sebagaimana habitat aslinya, penyu membuat satu pola pengamanan saat mengeluarkan telur. Telur-telur tersebut dipendam di dalam pasir pantai, dengan tujuan agar terselamatkan, dan terhindar dari serangan predator.

Moment langka tersebut dimanfaatkan warga yang datang ke pantai. Mereka mengaku senang bisa melihat secara langsung penyu bertelur di pantai yang ada di pusat kota Banyuwangi. Bahkan banyak warga yang berfoto dengan penyu setelah proses bertelur selesai dilakukan.

”Jarang-jarang bisa melihat penyu bertelur seperti ini. Apalagi di pantai yang ada di pusat kota. Ini juga bisa menjadi bahan edukasi bagi anak-anak saya agar bisa melihat proses bertelurnya penyu dan ikut menjaga habitat penyu dari ancaman kepunahan,” ujar Niklas Andreas salah satu warga yang datang bersama kedua anaknya.

Berdasarkan maping petugas, ada tujuh jenis penyu di dunia, enam diantaranya berada di perairan Indonesia. Dan empat jenis penyu lainnya ditemukan bertelur di Perairan Banyuwangi, yaitu jenis penyu lekang, penyu sisik, penyu hijau, serta penyu belimbing. Selain alam yang sangat mendukung, Banyuwangi memiliki laut yang menghubungkan perairan utara, dan selatan Pulau Jawa.

Puluhan telur penyu terpendam di pasir pantai Boom Banyuwangi menjadi tontonan warga yang berkunjung ke Banyuwangi. (Foto: ArahJatim.com/ful)

Untuk musim penyu bertelur, dimulai dari bulan Maret hingga Juni. Telur-telur penyu yang sudah diamankan, kemudian dievakuasi ke lokasi konservasi dan penangkaran di kawasan Pantai Boom. Sepanjang tahun 2019 petugas telah mengamankan 8 sarang penyu, dengan jumlah total mencapai 809 butir telur.

Dalam jangka waktu 46 hari, telur penyu diperkirakan akan menetas. Selanjutnya oleh petugas, anak penyu alias tukik dilepasliarkan ke Selat Bali.

”Ini penyu pertama di tahun 2019 yang bertelur di Pantai Boom. Sebelumnya juga sudah ada yang mendarat dan bertelur tepatnya di Pulau Santen sebanyak 90 butir. Telur-telur tersebut sudah kami amankan di penangkaran agar terhindar dari predator. Kita rawat sebagaimana habitat aslinya, setelah menetas nanti akan kita lepas liarkan kembali,” pungkas Wiyatno Haditanodjo atau yang akrab dipanggil pak Wiwit tersebut. (ful)

No More Posts Available.

No more pages to load.