Mas Bup Sidak Ujian Sekolah KBM Tata Muka di SMPN 1 Ngasem Kediri

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – Guna memastikan kelancaran ujian sekolah, Mas Bup Dhito melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ujian ke SMPN 1 Ngasem hari Kamis (25/3/2021).

Uji coba Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara tatap muka di masa pandemi Covid-19 mulai dilaksanakan pihak sekolah dengan melakukan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Kepala Sekolah SMPN 1 Ngasem Kabupaten Kediri Andik Joelistijono, S.Pd mengatakan, ujian sekolah tatap muka sudah dimulai hari Senen, 22 Maret sampai 5 April 2021.

Sebanyak 348 siswa yang ikut ujian, dengan 5 orang tidak bisa mengikuti karena sakit, dengan persesi satu hari ada 3 sesi, satu sesi ada 2 kelas,  satu hari enam kelas, satu ruang ada 12 siswa. dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan menerapkan 5M.

Usai meninjau Mas Bup Dhito mengatakan berjalan baik Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di masa pandemi COVID-19 dengan melakukan protokol kesehatan yang ketat.

“Alhamdulillah ujian Sekolah berjalan baik, prosesnya dari pintu depan tadi juga sudah dicek suhu, harus menggunakan masker artinya sudah Tidak diragukan lagi lah di SMP 1 Ngasem, ” ujar Mas Bup

“Terus yang cukup menjadi konsentrasi saya, perhatian saya adalah bagaimana bisa terjadi pergantian shift antara siswa yang pertama dengan situasi kedua kata dari pihak sekolah sudah membuatkan jalur yang berbeda siswa yang pulang dengan siswa yang datang tidak akan bertemu, ” terangnya.

Menurut Mas Bup, yang ditakutkan biasanya siswa itu kalau misalkan ketemu sama temennya pasti akan ada interaksi dan saya takutnya nanti akan ada klauster baru,  tapi ternyata sudah dipikirkan dari pihak sekolah.

“Tinggal kita Kawal prosesnya apa yang menjadi persoalan nanti kita diskusikan dengan kepala sekolah dinas pendidikan,” kata Mas Bup

Lebih lanjut Putera Sekretaris kabinet Pramono Anung ini menambahkan secara progres kita sudah siap untuk mulai pembelajaran tatap muka, dengan menggunakan protokol kesehatan. Alhamdullilah guru-guru sudah divaksin hampir 70 persen dari Dinas Kesehatan hingga sudah bisa fokus untuk pengajar.

“Keinginan siswa-siswa untuk belajar tatap muka, karena banyak siswa yang keberatan dengan kuota internet yang harus dikeluarkan. Kita akan lihat dulu setelah ujian sekolah ini selesai. Semoga tidak ada kendala baru. Kita akan ambil keputusan kapan akan bisa dibuka kembali belajar tatap muka, ” kata bapak satu anak ini

Mas Bup Dhito juga menambahkan bahwa sampai saat ini vaksin yang sudah dilakukan kepada tenaga pengajar dan lansia, karena mereka semua resiko terpapar cukup tinggi.

“Sampai saat ini yang sudah tervaksin untuk tenaga pengajar belum ada 25 persen seluruh Kabupaten Kediri, ” tutup Mas Bup Dhito.(das)