Mahasiswa IAIN Madura Geruduk Rektorat Tuntut Penurunan UKT

oleh -

Pamekasan, ArahJatim.com – Para aktivis dan akademisi Kampus IAIN Madura kembali melancarkan aksi protes di Kantor Rektorat, demo yang sempat ricuh itu lantaran pihak kampus yang enggan menurunkan Uang Kuliah Tunggal (UKT) saat masa pandemi Covid-19.

Mahasiswa meminta ketegasan dari pihak Kampus IAIN Madura dengan melakukan aksi demo yang dimulai dari pintu masuk kampus hingga depan Kantor Rektorat untuk menyampaikan aspirasi, Selasa (23/06/2020).

Mahasiswa menuntut kebijakan dari kampus, mahasiswa merasa berat saat masa pandemi mereka merasa terbebani, beban tersebut karena harus menambah biaya internet selama pandemi untuk mengikuti kuliah daring.

“Kami meminta bantuan untuk pemotongan UKT, kuota internet selama satu semester, berharap dari pihak rektorat untuk dapat merealisasikan semua kesepakatan dan bisa dibuktikan secara tersurat,” ucap Ubaidillah selaku Korlap aksi.

Di tengah aksi, mahasiswa sempat melakukan pembakaran ban bekas di depan Gedung Rektorat, mereka juga sempat menerobos barikade Menwa untuk masuk ke dalam kantor rektorat guna bertemu langsung dengan Rektor IAIN Madura.

Rektor IAIN, Moh Khosim menyatakan sikap setuju dengan pemotongan UKT mahasiswa sebesar 15 hingga 20 persen.

“Pihak kami langsung menyetujui pemotongan UKT dari 15% menjadi 20%, itu paling tinggi di PTKIN yang lain. Kami juga memberikan jatah kuota internet untuk mengikuti kuliah daring selama satu semester untuk masing-masing mahasiswa/i yang aktif serta melampirkan keterangan tidak mampu seperti foto KTM/KHS terbaru dari kepala desa atau lurah karena persyaratan ini langsung kami revisi,” ujarnya. (Ndra)