DPR Setujui Usulan Tambahan Anggaran BPNB Sebesar 51,2 Miliar

oleh -
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Doni Monardo mengikuti rapat kerja bersama Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2020). Rapat kerja tersebut membahas pembicaraan pendahuluan RAPBN Tahun Anggaran 2021, RKP 2021 dan evaluasi kinerja BNPB tahun 2020.

Jakarta, Arahjatim.com – Usulan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) terkait penambahan anggaran tahun 2021 sebesar 51 miliar dengan pagu indikatif tahun 2021 sebesar Rp 715 miliar telah disetujui oleh Komisi VIII DPR. Keputusan ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily dalam kesimpulan rapat kerja dengan BNPB di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2020).

“Komisi VIII mendukung usulan penambahan anggaran BNPB sebesar Rp 51.288.881.000 yang digunakan untuk program dukungan manajemen sebesar Rp 2,3 miliar dan program ketahanan bencana sebesar Rp 48,9 miliar,” kata Ace dikutip Kompas.

Ace mengatakan, Komisi VIII juga menerima pagu indikatif BNPB tahun 2021 sebesar Rp 715.431.113.000, termasuk dana siap pakai yang menyentuh angka 250 miliar.

“Yang terdiri dari program dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas lainnya sebesar Rp 238,7 miliar dan program ketahanan bencana sebesar Rp 476 miliar termasuk dana siap pakai sebesar Rp 250 miliar,” ujarnya.

Pada kesempatan Raker bersama Komisi VIII tersebut, Kepala BNPB Letjen Doni Monardo menjelaskan bahwa tujuan dari usulan kenaikan anggaran karena tren bencana yang naik setiap tahunnya.

“Perlu kami sampaikan bahwa dengan kejadian bencana yang meningkat perlu adanya dukungan tambahan anggaran yang konkret terutama pada kegiatan kegiatan pengurangan risiko bencana atau pra bencana. Dan mengingat sejak 2017 kami sudah ajukan tapi tak kunjung terealisasi,” ungkap Doni.

“Atas hal itu, pada kesempatan ini, kami mengajukan usulan tambahan anggaran untuk tahun 2021 sebesar Rp 51,2 miliar. Untuk program dukungan manajemen bencana Rp 2,2 miliar dan ketahanan bencana Rp 48,9 miliar,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto dapat memaklumi keluhan BNPB yang sejak tahun 2017 belum mendapatkan tambahan anggaran. Yandri pun mendukung usulan tambahan BNPB. Yandri berharap usulan tersebut disetujui dalam di Badan Anggaran besar.

“Ada usulan tambahan dari Pak Doni sebesar Rp 51.288.881.000, sejak 2017 nihil terus mudah-mudahan ini disetujui di badan anggaran besar untuk penambahan anggaran dari pagu indikatif ya,” kata Yandri. (*)