Lagi, Delapan Warga Blitar Tewas Usai Pesta Miras Oplosan

oleh -
Tim Forensik RS Bhayangkara Kediri memasuki kamar jenazah RSUD Mardiwaluyo, Kota Blitar. (Foto: arahjatim.com/mua)

Blitar, ArahJatim.com – Pesta minuman keras (miras) kembali memakan korban. Sebanyak delapan warga dari dua Desa di Kecamatan Lodoyo Barat Kabupaten Blitar tewas usai menenggak miras oplosan, Sabtu (2/5/2020).

Korban tewas tersebut, tiga warga Desa Rejowinangun, empat warga Desa Plosorejo dan satu warga Bumiayu. Enam jenazah telah dimakamkan, sedangkan dua jenazah lainnya akan diautopsi terlebih dahulu di RSUD Mardiwaluyo, Kota Blitar. Sementara masih ada tiga warga lainnya yang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kepala Desa Rejowinangun Bhagas Wigasto mengatakan, berdasarkan keterangan salah satu saksi, para korban ini menggelar pesta miras oplosan pada Sabtu , 2 Mei 2020 lalu di beberapa tempat yang berbeda.

“Setelah pesta beberapa botol miras oplosan, seluruh korban mengeluhkan sesak napas dan panas di bagian dada. Mereka juga mengeluhkan mual dan tidak bisa melihat,”ujar Bhagas Rabu (6/5/2020).

Sementafa Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani mengatakan, dari hasil pemeriksaan dua orang yang saat ini sedang diautopsi Tim Forensik RS Bhayangkara Kediri tewas karena over dosis miras. Sedangkan enam korban lainnya masih kita selidiki penyebabnya.

“Kita akan lakukan pembongkaran mayat dan kita lakukan autopsi,untuk memastikan penyebab korban tewas,” terang AKBP Ahmad Fanani.

Sementara penjual miras berinisial SF asal Desa Plosorejo telah diamankan Satreskrim Polres Blitar beserta beberapa botol sisa penjualan. (mua)