Surabaya, ArahJatim.com – Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Khusnul Khotimah meminta pertanggungjawaban pengelola dan upaya dari Pemerintah Kota Surabaya atas insiden yang terjadi di Kenpark Surabaya pada Sabtu (7/5) kemarin.
Itu dikatakan Khusnul saat rapat dengar pendapat bersama pengelola Kenpark dan dinas terkait Pemkot Surabaya diantaranya BPBD Surabaya, Dinas Kesehatan Surabaya, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata, dan pihak kepolisian.
“Setelah kejadian itu pihak pengelola wajib memberikan santunan kepada korban. Itu sangat wajib hukumnya,” ungkap Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Senin (9/5).
Ia juga menyampaikan telah menginstruksikan kepada Disbudpar Kota Surabaya agar membuat tim khusus monitoring dan evaluasi (Monev) secara berkala.
“Ini jelas kelalaian pihak pengelola. Petugasnya minim yang berjaga,” katanya.
Pada hearing selanjutnya Khusnul berharap pihak pengelola memenuhi panggilan, hal itu lantaran pada saat hearing pertama hanya perwakilan pegawai saja.
Selain itu, masalah asuransi menjadi atensi pembahasan hearing komisi D kali ini. Semua korban wajib mendapat asuransi. “Masalahnya di tiket masuk itu tidak tertera anggaran asuransinya. Tapi ko bisa mahal sekali,” keluhnya.
“Dari laporan masyarakat parkir juga mahal. Padahal pintu masuk sudah bayar tiket, kemudian parkir juga di dalam. Setelah itu itu tiket,” ujarnya.
Khusnul mengatakan sampai saat ini korban masih belum ada yang menerima santunan dari pihak-pihak terkait. “Harusnya ga lama ya pencairan santunan itu,” pungkasnya.
Sementara itu Subandi, Staf Manajemen Operasional PT Bangun Citra Wisata selaku pengelola Kenjeran Park, mengatakan, sebelum insiden terjadi, para pengunjung sempat berhenti tepat di lokasi seluncuran yang rusak.
“Kami sudah memberikan peringatan pada pengunjung yang berhenti di tengah-tengah seluncuran, namun tetap beberapa pengunjung berhenti sehingga pengunjung tertumpuk di bagian yang ambrol,” ujar Subandi.
Terkait santunan, Subandi mengatakan pihak pengelola pasti akan memberikan santunan kepada korban, namnun besaran pastinya ia masih belum memgetahuinya. “Kalau santunan pasti ya. Tapi gatau jumlahnya per orang berapa,” akunya.










