Kediri, ArahJatim.com – Pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Tugurejo memberikan klarifikasi terkait dugaan keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa di Kecamatan Ngasem, Senin (27/4). Perwakilan SPPG, Anggi, menekankan bahwa insiden ini terjadi secara sangat terlokalisasi, di mana dari total 2.761 siswa penerima manfaat program makan raya, hanya lima siswa di satu sekolah yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan.
”Indikasinya apa, kita masih belum tahu pasti. Apakah memang benar dari faktor kami, atau mungkin ada faktor lain di lingkungan sekolah tersebut. Namun yang pasti, dari ribuan porsi yang didistribusikan, hanya lima anak yang terdampak,” ungkap Anggi.
Kondisi Medis: Pasien Mulai Membaik dan Nafsu Makan Kembali
Menanggapi kondisi para korban, Direktur UOBK RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kediri, dr. Tony Widyanto, Sp.OG (K), mengonfirmasi bahwa tren kesehatan para siswa menunjukkan perkembangan positif pada Selasa pagi (28/4). Dari enam pasien yang sempat masuk IGD, satu orang sudah pulang dan lima lainnya sedang dalam observasi akhir.
”Kondisi awal masuk memang mual dan muntah sering, tapi saat ini sudah stabil. Mereka sudah tidak mual lagi dan sudah mau makan serta minum. Kami berikan penanganan sesuai SOP melalui pemberian infus dan obat-obatan,” jelas dr. Tony.
Meskipun kondisi pasien sadar penuh dan stabil, tim medis bersama dokter spesialis anak masih melakukan pemantauan intensif di ruang perawatan sebelum memutuskan waktu kepulangan pasien.
Dinkes Kediri Kirim Sampel Makanan ke Laboratorium Surabaya
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, dr. Ahmad Khotib, menegaskan bahwa kepastian penyebab insiden ini masih menunggu hasil uji laboratorium. Pihaknya tidak ingin berspekulasi mengenai keterkaitan langsung dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum ada data ilmiah.
”Kami sudah mengambil sampel sisa makanan untuk diperiksakan ke laboratorium di Surabaya. Satgas MBG juga terus melakukan identifikasi di lapangan. Semua kemungkinan akan kita dalami lebih lanjut,” tegas dr. Khotib.
Hingga saat ini, pihak otoritas terkait terus berkoordinasi untuk memastikan keamanan distribusi makanan di wilayah Kabupaten Kediri, sembari menunggu hasil resmi uji laboratorium keluar dalam beberapa hari ke depan. (das)











