Kampanye Pilkada Serentak 2020 Harus Menjalankan Protokol Kesehatan

oleh -

Kediri, ArahJatim.com – KPU Kab. Kediri menggelar Sosialisasi dan Forum Group Discussion dalam rangka Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2020, Jumat (25/9/20). Acara yang bertempat di ruang rapat KPU Kab. Kediri tersebut dihadiri oleh perwakilan TNI, Polri, Satpol PP, jajaran OPD terkait, partai politik peserta pemenangan paslon dan Bawaslu.

Pada kegiatan yang termasuk dalam tahapan pilkada tersebut sekaligus menjelaskan tentang Perubahan PKPU nomor 11 tahun 2020 tentang “Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 4 tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota.

Juga membahas PKPU no 13 tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum No 6 tahun 2020 tentang pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Walikota dan Wakil Walikota serentak. Lanjutan dalam kondisi bencana non alam Covid 19.

Ketua KPU Kab. Kediri Ninik Sunarmi saat membuka acara mengatakan bahwa PKPU No 11 dan 13 sudah turun pada saat akan penetapan tata letak kemarin.

“Kampanye nanti dihadiri maksimal 50 orang dengan tetap menjalankan protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker dan cuci tangan. Kampanye jenis pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka juga harus bisa diikuti peserta lain lewat media/aplikasi yang ditentukan melalui jaringan internet,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut sebagai pemberi materi adalah Nanang Qosim Divisi SDM dan Sosdiklih Parmas. Dirinya menjelaskan tentang kampanye lanjutan di era pandemi, penggunaan Alat Peraga Kapanye (APK) dan Bahan Kampanye (BK). (Kominfo)