Masuk Kategori Grade A, Melon Artodung Dilirik Perusahaan Besar

oleh -
Inilah buah melon varian Kirani, Kinasih, Honey Globe dan King Zhow, komoditas baru andalan Desa Artodung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. (Foto: arahjatim.com/ndra)

Pamekasan, ArahJatim.com – Di tengah biaya produksi yang semakin meroket, menanam tembakau mungkin sudah tidak menarik lagi bagi para petani di Pamekasan. Sudah saatnya para petani melirik tanaman lain sebagai komoditas baru yang layak diperhitungkan.

Seperti yang dilakukan Jamal, seorang petani di Desa Artodung, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan. Ia sukses membudidayakan buah melon berstandar pasar swalayan atau “grade A” hingga dipercaya menjadi mitra oleh PT Meraki dari Jakarta.

“Kami sekarang sedang membudidayakan buah melon jenis King Zhow, Kirani, Kinanti, Paluna, Honey Globe dan Dalmation. Untuk harga jual kita tetap mengikuti harga pasar,” urai Jamal saat launching Rumah Tester Melon, Sabtu (26/9/2020).

Menurut Jamal, iklim di Madura sangat cocok untuk tanaman melon, sehingga bisa menjadi alternatif komoditas baru yang cukup menjanjikan.

“Komoditi buah melon ini sangat menjanjikan. Dan iklim di Madura ini sangat cocok sekali, bisa menghasilkan buah dengan kualitas yang berkelas. Pilihan variannya juga cukup banyak. Hanya saja terkendala dengan mayoritas petani di sini yang biasa menanam dan menggantungkan hidupnya pada tanaman tembakau,” ungkapnya.

Jamal berharap, para petani di desanya bisa beralih ke tanaman melon karena pangsa pasarnya masih terbuka lebar.

“Semoga ke depannya petani Artodung bisa beralih untuk menanam buah melon, karena pangsa pasarnya terbuka luas, terutama pasar eksklusif. Terutama opsi pasar kontrak kerja atau bermitra langsung dengan perusahaan. Opsi kedua kita bermain di pasar tradisional dan swalayan. Opsi ketiga pangsa pasar digital, jelas ini sangat menguntungkan bagi para petani,” ungkapnya.

Sementara, Salim dari tim marketing mengatakan, buah melon yang dihasilkannya adalah varian golden atau grade A yang kualitasnya lebih tinggi dibanding varian rock, yang banyak beredar di pasaran. Sudah barang tentu harga jualnya pun lebih bagus dibanding melon kualitas biasa.

“Buah melon Artodung ini adalah jenis varian golden atau kualitas grade A. Kalau varian rock (berkulit kasar) seperti yang ada di pasaran itu adalah melon yang kualitas biasa. Harganya pun sudah lumayan. Kami bermain di varian golden saja, mau bermain di kisaran harga melon rock kita bisa. Bahkan mau bermain harga di bawahnya pun sangat bisa sekali,” terang Salim.

Salim menambahkan, sebagai sentra pertanian tembakau, wilayah Madura menjadi incaran untuk budi daya tanaman melon. Karena dengan beralih ke tanaman melon, otomatis memutus rantai hama penyakit tembakau.

“Madura sangat diincar karena selama Madura menjadi sentra tembakau maka dengan berpindah ke komoditas melon maka otomatis memutus rantai hama penyakit tembakau. Kita bisa menghitung sendiri total keuntungan dari berapa modal yang kita keluarkan dengan jumlah buah yang dihasilkan,” ungkapnya.

Selama dua minggu dibuka, dengan tema wisata petik melon, Rumah Tester Melon berhasil  menjual 1,8 ton buah melon, ini peluang bisnis yang menjanjikan.

Turut hadir dalam acara peluncuran Rumah Tester Melon di antaranya perwakilan dari PT Meraki, Kades Artodung, perangkat desa, ibu-ibu PKK Desa Artodung, petani, pelaku usaha, wisatawan lokal dan masyarakat sekitar.

Pada kesempatan tersebut turut diberikan pelatihan kepada ibu-ibu PKK, cara membentuk buah melon menjadi aneka hiasan untuk disuguhkan dalam acara tertentu. (ndra)