Kabupaten Zona Kuning, Pemuka Agama Bangkalan Masih Memperbolehkan Sholat Jumat

oleh -

Bangkalan, Arahjatim.com – Penyebaran virus corona yang semakin massif di masyarakat, mengharuskan sebagian elemen masyarakat melakukan terobosan guna menghentikan angka positif covid-19 yang semakin tinggi.

Menurut data yang terlampir per 31 Maret, pasien yang dinyatakan positif corona terdapat 1.528 orang, dengan kesembuhan mencapai 81 pasien, serta kematian yang mencapai angka 136 pasien.

Langkah pencegahan mulai diterapkan oleh masing-masing daerah seiring belum adanya kejelasan dari pihak pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus corona tersebut.

Seperti halnya Pemerintah Kabupaten Gresik yang mulai mengambil tindakan ketika wilayah Gresik menjadi zona merah saat dijumpai pasien positif corona berjumlah 3 orang. Pemerintah Kabupaten menggandeng ulama setempat untuk memberikan fatwa guna meniadakan sholat jumat seperti biasa. Peniadaan sholat jumat ini dirasa perlu dilakukan guna menghentikan penyebaran virus corona.

Sementara itu, sebagai penyandang Kabupaten berzona kuning, Kabupaten Bangkalan mulai siaga untuk mengamankan warganya dari ancaman virus corona. Beberapa langkah telah diambil oleh pemerintah setempat yang bekerjasama dengan instansi-instansi terkait guna merealisasikan kegiatan pencegahan covid-19.

Bahkan, demi untuk mengantisipasi hal terburuk yang akan terjadi, pemerintah Kabupaten Bangkalan telah menanyakan kepada otoritas keagamaan setempat terkait status sholat jumat yang masih menjadi polemik di Bangkalan.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan, KH Makki Nasir menyatakan bahwa pihaknya selama ini sangat berhati-hati dalam pengambilan sikap terkait sholat jumat, ia juga mempertimbangkan status Bangkalan yang masih dalam level zona kuning, serta pemahaman masyarakat Bangkalan dalam menanggapi isu corona tersebut.

“NU melakukan pembahasan keagamaan terkait corona ketika Jumatan. di Bangkalan kendalanya dalam hal mengkomunikasikan pada masyarakat, dan agar tidak muncul kepanikan. mari keadaan ini harus didasari kepentingan nasional,” ujarnya saat memberikan komentarnya terkait wabah corona.

Ia juga menambahkan tidak bisa memberikan komentar terlalu mendalam terkait pelarangan sholat jumat. Menurutnya, ini merupakan ranah dari tim kesehatan yang berwenang untuk menilai kondusifitas sholat jumat.

“Kita jalan tengah saja, kita harus mendengar apa kata orang kesehatan (ulil amri), di Bathsul Masail kita tak bisa meniadakan sholat jumat di zona hijau. kita jangan rebutan jadi Ulil Amri. Ga menghilangkan jumatan. Mari kita satukan seluruh potensi, jangan rebutan jadi Ulil Amri,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bangkalan, Jayus Sayuti menyinggung masyarakat yang dinilai tidak taat aturan dalam menanggapi pandemi corona yang mulai mengkhawatirkan akhir-akhir ini. Ia menganjurkan kepada seluruh masyarakat Bangkalan untuk terlebih dahulu berdiam diri di rumah masing-masing.

“DMI Bangkalan sudah bergerak memberikan informasi pada masyrakat, tentunya masjid dan musholla. kepada ketua takmir seluruh Bangkalan menghimbau masyarakat untuk membaca Qhasidul Burdah di rumah masing-masing, Jangan berkumpul atau jalan,” ucapnya.

Ia juga berpesan kepada masyarakat yang berdomisili di zona merah untuk tidak melaksanakan sholat Jumat terlebih dahulu.

“Pada wilayah terjadi penularan corona atau zona merah, maka sholat Jumat di masjid ditiadakan dan diganti dengan sholat dhuhur,” imbuhnya.

(fik)