Lima Dusun di Desa Parijatah Kulon Disemprot Disinfektan Secara Massal

oleh -

Banyuwangi, ArahJatim.com – Guna menghambat pesatnya penyebaran virus corona atau covid-19, sejumlah daerah melakukan langkah antisipasi. Di antaranya dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan secara massal. Selain di perkotaan, langkah pencegahan wabah corona juga dilakukan hingga ke tingkat desa dan kampung-kampung.

Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Desa Parijatah Kulon Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi. Seluruh aparat dan staf desa dibantu masyarakat bergotong-royong melakukan aksi penyemprotan cairan disinfektan secara massal di berbagai sudut kampung, Selasa (31/3/2020)

Aksi penyemprotan massal dipimpin langsung oleh Kepala Desa dengan melibatkan tim kesehatan, dan Bhabinkamtibmas, serta Babinsa Kecamatan Srono tersebut menyisir lima Dusun. Mulai dari permukiman warga, tempat ibadah, dan jalan hingga gang-gang di perkampungan.

“Hari ini kami melakukan penyemprotan disinfektan massal di jalan desa dan seluruh sudut kampung atas instruksi Bapak Bupati, dan Kapolres serta Komandan Kodim.  Mengingat penyebaran virus sangat cepat. Kami melibatkan masyarakat dan Bhabinkamtibmas juga Babinsa Srono,” urai Misman, Kepala Desa Parijatah Kulon.

Kepala Desa yang sudah menjabat dua periode tersebut menambahkan, selain melakukan langkah antisipasi penyemprotan cairan disinfektan, dirinya juga memerintahkan seluruh RT/RW untuk mendata warga yang baru tiba dari perantauan. Sebab warga yang baru tiba dari perantauan rentan membawa virus.

“Selain penyemprotan, kami juga memerintahkan kepada seluruh RT/RW untuk mendata warga yang baru datang dari perantauan. Kemudian data itu agar diserahkan ke Kepala Dusun masing-masing yang kemudian kami teruskan ke Dinas Kesehatan setempat untuk dilakukan pemeriksaan secara medis,” ujar Misman.

Sementara itu, aksi penyemprotan disinfektan ini disambut baik oleh warga. Sebab sejak merebaknya pandemi virus corona sejumlah warga mengaku resah. Apalagi jika kedatangan warga yang pulang kampung dari perantauan.

“Alhamdulillah kampung kami sudah disemprot. Karena kalau gak disemprot warga resah, apalagi sekarang banyak warga di sini yang pulang kampung dari merantau karena ada virus corona,” sloroh Santoso salah seorang warga Dusun Dadapan.

Rencananya penyemprotan disinfektan akan terus dilakukan setiap dua minggu sekali sampai penyebaran virus corona betul-betul hilang. Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya memutus rantai penyebaran virus corona atau covid-19 yang kian hari kian meluas penyebaranya.

Selain itu, warga diimbau untuk berperilaku hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan masing-masing agar terhindar dari penyebaran virus mematikan ataupun penyakit lain. Warga juga diminta rutin melakukan cuci tangan setiap hari dengan sabun di air yang mengalir.

Jika ada warga yang mengalami gejala kondisi tubuh kurang sehat, diimbau untuk segera memeriksakan kesehatannya ke puskesmas terdekat.

“Kegiatan ini akan kami lakukan setiap dua minggu sekali. Kami meminta kepada seluruh warga agar berperilaku hidup sehat, rajin cuci tangan di air yang mengalir. Jika ada warga yang mengalami gejala kondisi tubuhnya kurang sehat kami harap segera memeriksakan dirinya ke puskesmas,” pungkas Kades Misman. (ful)