
Terakhir, Rijanto menambahkan, beberapa potensi dan peluang investasi diantaranya, sektor peternakan dimana memasok kebutuhan 30 persen telur secara nasional perhari, sektor pariwisata purbakala yaitu candi-candi peninggalan purbakala, serta sektor pariwisata alam memiliki potensi pantai.
“Ada lagi dari sektor pertanian dan perikanan, dimana merupakan penghasil buah-buahan tropis, jagung, padi, dan lain-lain. Ada juga dari sektor sektor kerajinan dan UMKM yang saat ini terus kita kembangkan karena potensi masyarakat sangat besar,” imbuhnya.
Sementara itu, Direktur Timur Tengah Kemenlu RI, Sunarko mengatakan, ini kegiatan untuk melihat langsung ke lapangan di Kabupaten Blitar. Pihaknya Mengundang duta besar negara tetangga yang terdiri dari 5 duta besar dan 4 pejabat diplomatik dari negara Irak, Mesir, Maroko, Afrika Selatan, Fiji, Yordania, dan Tunisia.
Baca juga :
- Blitar Tuan Rumah Puncak Kirab Pemuda Nusantara 2017
- Massa Kembali Gelar Aksi Bela Rohingya di Kedubes Myanmar
“Ini sebagai upaya untuk membumikan diplomasi kita, sehingga dikenal dan memperoleh pemahaman langsung dari masyarakat mengenai upaya yang sudah dilakukan. Diharapkan bisa memberikan kemanfaatan, kemaslahatan, dan keuntungan bagi masyarakat kedua negara,” paparnya.
Secara politis, kata Sunarko, hubungan dengan negara tetangga sangat erat. Sehingga kini saatnya mendorong lebih banyak kerjasama dengan negara lain disektor ekonomi, perdagangan, investasi, dan parwisata.
“Kebetulan kita memahami Kabupaten Blitar selain punya aspek kesejarahannya, juga memiliki potensi besar diberbagai sektor, seperti pariwisata, peternakan, perikanan, dan lain-lain,” imbuhnya. (hms/mua)










