Inspektorat Bangkalan Temukan Kejanggalan Distribusi BLT

oleh -
MENUNGGU. Proses verifikasi data BLT DD yang dilakukan di kantor Inspektorat Bangkalan, beberapa waktu lalu. (Foto; Arahjatim/Fat)

Bangkalan, Arahjatim.com – Tahap pertama program Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) sebesar Rp 1,8 juta selama tiga bulan di 273 desa di kabupaten Bangkalan, Madura sudah terealisasi. Namun, realisasi tersebut hanya satu bulan yaitu April sehingga masyarakat baru menerima Rp 600 ribu. Belum lagi, ada tambahan BLT selama 3 bulan berikutnya sehingga masa penyaluran bantuan sosial tersebut menjadi enam bulan.

Dengan perpanjangan masa penyaluran tersebut maka pemerintah juga menambah besaran BLT yang awalnya, Rp 1,8 juta selama 3 bulan menjadi Rp 2,7 juta selama 6 bulan per keluarga penerima manfaat (KPM). Artinya ada tambahan sebesar Rp 900 ribu dengan rincian Rp 300 ribu perbulan dalam penambahannya.

Kepala Inspektorat Kabupaten Bangkalan, Joko Supriono selaku pihak yang bertugas mengawasi BLT memaparkan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan tetapi bukan kepada seluruh desa. Inspektorat hanya mengambil sampel lebih dari 50 persen saja, sekitar 144 desa.

Dari sampel 144 desa tersebut ada beberapa kejanggalan. Akan tetapi sudah diminta untuk tidak dilanjutkan. Pihaknya juga sudah memanggil kepala desa untuk memastikan tidak ada nama penerima ganda.

“Kesalahannya itu ada yang penerima PKH, juga menerima BLT. Tapi yang bersangkutan belum terima, baru persiapan pada saat mau pendistribusian saja. Saya yakin desa lain itu juga mendengar dan ketika ada nama ganda kita cut. Jangan dilanjutkan,” jelasnya.

Dirinya menegaskan, jangan ada pemotongan bantuan dalam bentuk apapun. Dia mengimbau jika banyak keluhan dari masyarakat, bahwa sekarang sudah banyak media, forum yang sifatnya online atau langsung melaporkannya ke Inspektorat langsung. Sebab, lembaganya bisa menerima setiap laporan tersebut.

“Langsung lapor ke kami juga bisa, atau lapor ke Bapemmas juga bisa. Kalau ada aduan kami pasti akan menelusuri. Kita tidak mengarahkan melakukan pemotongan dengan alasan apapun, tapi harapan kita tidak terjadi hal seperti itu,” tegasnya.

Sementara itu, sedikitnya ada 15 kecamatan yang sudah dilaporkan setiap kepala desa kepada Bupati Bangkalan, bahwasanya BLT DD yang sudah selesai realisasi pada pencairan pertama. Itu berdasarkan laporan dari setiap pendamping desa yang menyatakan sudah 100 persen terealisasi.

Menurut Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bangkalan, Ahmad Ahadian Hamid bahwasanya BLT DD sebesar Rp 600 ribu pada bulan pertama sudah selesai seluruhnya.

“Laporan kami 15 Kecamatan sudah selesai. Sebetulnya bukan laporan realisasi tetapi laporan ke Bupati per Kepala Desa,” katanya saat dikonfirmasi.

Sedangkan di tahap kedua, program BLT DD selama tiga bulan tersebut kini sudah tahap pengajuan kembali untuk direalisasian di bulan keduanya. Dalam proses penyaluran BLT DD tersebut, dia mewanti-wanti agar dana Rp 600 ribu harus sampai secara utuh kepada warga. Dirinya menegaskan tidak boleh ada yang dikurangi meski dengan alasan apapun.

“Alasan pemerataan tetap tidak boleh harus utuh sampai kepada warga penerima. Misalkan oleh penerimanya dibagikan sendiri, ya terserah gak ada masalah. Initinya dari kami sampainya pada warga penerima Rp 600 ribu,” tegas pria yang biasa dipanggil Diet tersebut.

Salah satu, penerima bantuan BLT DD, Nawawi mengaku memang telah menerima bantuan sebesar Rp 600 ribu yang diambil langsung di kecamatan kota Bangkalan. Namun, dirinya mengaku tidak mengetahui bahwa bantuan yang berhak dia peroleh selama 3 bulan April, Mei, Juni sebesar Rp 1,8 juta, ditambah bulan berikutnya Juli, Agustus, September sebesar Rp 900 ribu, sehingga jika ditotal Rp 2,7 juta.

“Saya hanya dapat Rp 600 ribu saja. Gak tahu ada bantuan lagi apa tidak. Ini saya disuruh ambil ke kecamatan,” ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, salah satu Pendamping Lokal Desa (PLD) Hakim mengaku jika program pemerintah dari dana desa tersebut sudah direalisasikan keseluruhan. Hanya untuk bulan April. Artinya, ini tahap pertama. Untuk pencairan selanjutnya masih menunggu petunjuk.

“Tahap pertama sudah selesai direalisasikan. Nanti tahap berikutnya akan dicairkan dan diajukan kembali,” paparnya. (fat/rd)