Tulungagung, ArahJatim.com – Dalam kunjungan daerah yang dilakukan Menparekraf Sandiaga Uno, ternyata pihaknya mengapresiasi gerakan gerakan ekonomi yang tidak hanya bertumpu pada transaksional barang saja. Hal itu disampikan pada saat kunjungan kerjanya di Tulungagung, Rabu malam 29/6/2022.
Seperti diketahui, Rabu malam Mas menteri datang langsung di Tulungagung, tepatnya di desa Majan, kecamatan Kedungwaru Tulungagung. Desa Majan kebetulan melakukan acara budaya berbasis lokal religi, berupa peringatan khol Raden Khasan Mimbar, yang dilakukan Yayasan Sentono Dalem ( Yesendam ). Dalam acara itu, selain melakukan rangkaian kegiatan religi berupa dibukanya makam bagi peziarah umum, mulai 27/6/2022 hingga 3/7/2022, dilokasi sekitar pondok makan tokoh spiritual dan kenegaraan itu, diadakan bazar, dan hiburan rakyat, yang melibatkan masyarakat dan pengusaha berjualan.
Diakui Menparekraf Sandiaga Uno, masyarakat perlu jeli melihat peluang, termasuk pemberdayaan ekonomi pedesaan.
” Lebih dari 48 persen masyarakat kita itu hidup di pedesaan, dan 1,1 lapangan kerja baru diciptakan pada tahun ini. Ekonomi kreatif berbasis budaya biasa dilakukan di desa, yang mana budaya masih lekat dengan kehidupan masyarakat pedesaaan, dibanding masyarakat urban “, papar mas menteri.
Sementara ketua Yayasan Sentono Dalem ( yasendam) , R.Ali Shodiq, mengakui, apa yang dilakukan itu merupakan sebuah keharusan bagi yayasan, berbagi manfaat, apalagi kesejahteraan masyarakat sekitar.
” Leluhur kami, Mbah Hasan Mimbar, dulu sengaja di perintahkan dari keraton , untuk turun di daerah Majan ini, ya untuk membangun masyarakat, baik religinya, dan ekonominya. Jadi apa yang dilakukan dengan upacara budaya dan dikemas dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat, kita tinggal melanjutkannya”,kata Gus Shodiq, panggilan tokoh muda kharismatik ini.
Dalam kunjungannya ke Tulungagung, karena bersamaan dengan peringatan haul Mbah Khasan Mimbar, maka yasendam juga memberikan tanda kehormatan kepada menparekraf untuk menjadi bagian dari keluarga besar Yasendam Majan, dengan sebutan Keluarga Kehormatan, dan berhak menyandang nama depan, Dimas Raden Noto Negoro ( DRNN ) DR H Sandiaga Salahuddin Uno BBA, MBA.
Pemberdayaan ekonomi pedesaan, termasuk kegiatan ekonomi berbasis budaya, pantas terus ditingkatkan. Menurut menparekraf, rata-rata pendapatan per kapita masyarakat desa sekitar 3 juta per bulan. Nilai ini menyumbang 43 persen dari total PDB (produk domestik bruto) secara nasional. (dni)










