Banyuwangi, ArahJatim.com – Meski cuaca di perairan Selat Bali kurang bersahabat, tak menyurutkan niat para pemudik segera pulang ke kampung halaman untuk berlebaran bersama keluarga. Sejak H-7 hingga H-2 lebaran hari ini, siang malam ribuan kendaraan pemudik didominasi kendaraan roda dua dari Pulau Bali menuju Pulau Jawa terus berdatangan seolah tiada henti.
Namun, di tengah-tengah banyaknya pemudik, tak sedikit pemudik yang mengalami kelelahan hingga mabuk laut. Seperti pemudik yang diketahui bernama Vivi, 20 tahun warga Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, dia mengalami pingsan diduga mabuk laut saat berada di dalam kapal lantaran gelombang laut tinggi di perairan Selat Bali.
Baca Juga :
- Lima Jenderal Mabes Polri Sidak Kesiapan Arus Mudik Di Pelabuhan Ketapang
- Upaya Tim Hadapi Musibah Di Laut Saat Arus Mudik Dan Balik Lebaran
- Antisipasi Kepadatan Arus Mudik Dan Balik, ASDP Ketapang Tambah Satu Kapal Feri
Vivi yang mengendarai sepeda motor dari Pulau Bali bersama rekannya tersebut langsung dievakuasi oleh penumpang lain dengan menggunakan mobil menuju posko kesehatan di Pelabuhan Ketapang guna menjalani perawatan.
“Ombaknya tinggi, teman saya itu pingsan karena mabuk laut. Dia bersama teman lainnya naik motor. Saat pingsan di dalam kapal langsung saya naikan ke atas mobil dan saya antar ke posko kesehatan di Ketapang ini,” kata Adi, rekan korban
Menurut data dari posko kesehatan pelabuhan, Ketapang, sejak H-7 hingga H-2 hari ini jumlah pemudik yang dirawat sudah mencapai 31 orang. Dari jumlah tersebut kebanyakan mengalami mabuk laut dan yang lain mengalami kelelahan biasa.
“Tidak apa-apa hanya mabuk laut, karena cuaca di Selat Bali tidak bersahabat gelombang laut tinggi. Kebanyakan penumpang kapal mabuk laut, tapi ada juga yang mengalami kelelahan dan sakit utamanya pemudik yang menggunakan sepeda motor,” kata Sugianto penanggung jawab Posko Kesehatan Pelabuhan Ketapang.
Untuk memfasilitasi pemudik yang kelelahan ataupun sakit, posko kesehatan pelabuhan siaga 24 jam melayani pemudik yang perlu menjalani perawatan. Posko kesehatan di pelabuhan juga memberikan fasilitas pemeriksaan gratis kepada pemudik maupun kru kapal ataupun kru pelabuhan untuk memeriksakan kesehatannya.
Namun jika hasil diagnosa kondisi kesehatan pemudik perlu perawatan intensif, petugas medis langsung merujuk mereka ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Banyuwangi.
”Pemeriksaan meliputi tensi darah, cek kolesterol hingga hipertensi. Gratis, semuanya boleh memeriksakan di posko untuk memastikan tubuh kita dalam kondisi sehat. Tapi kalau kondisi kesehatan perlu perawatan, disarankan kita bawa ke rumah sakit,” pungkas Sugiyanto. (ful)










